RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP
)
Satuan Pendidikan :
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI
MIA 2/Ganjil
Materi Pokok : Laju
Reaksi
Alokasi Waktu : 12
JP x 45 menit (3 kali pertemuan)
A. Kompetensi Inti( KI )
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukan sikap sebagai bagian
dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami,
menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah,
menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan.
B. Kompetensi Dasar( KD ) dan Indikator Pencapaian
Kompetensi ( IPK )
|
Kompetensi Dasar
|
Indikator
|
|
3.6 Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi menggunakan teori
tumbukan
|
3.6.1 Siswa dapat menentukan faktor yang
mempengaruhi laju reaksi berdasarkan hasil perhitungan
3.6.2 Siswa dapat menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
bedasarkan contoh pada kehidupan sehari-hari
3.6.3 siswa dapat menunjukkan data factor-faktor yang pempengaruhi laju reaksi
berdasarkan contoh dalam kehidupan sehari-hari
3.6.4 siswa dapat menghitung besarnya laju
reaksi berdasarkan data hasil percobaan.
|
|
4.6 Menyajikan hasil penelusuran informasi cara-cara pengaturan dan
penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan fisika dan kimia yang tak
terkendali
|
4.6.1 Siswa
dapat menyajikan cara-cara pengaturan dan penyimpanan bahan untuk mencegah
perubahan fisik dan kimia yang tak terkendali dari hasil penelusuran
informasi
|
|
3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data
hasil percobaan
|
3.7.1 siswa
mampu menjelaskan tentang orde reaksi
3.7.2 Siswa dapat menentukan orde reaksi berdasarkan gambar grafik dan berdasarkan
data hasil percobaan
3.7.3
siswa dapat membaca grafik orde reaksi dari data hasil percobaan
3.7.4 siswa dapat membedakan grafik dari setiap
orde reaksi
|
|
4.7 Merancang, melakukan, dan
menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi
laju reaksi dan orde reaksi
|
4.7.1 Siswa dapat menyimpulkan faktor- faktor yang
mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi berdasarkan hasil percobaan
|
C. Tujuan Pembelajaran
1.
Melalui media gambar yang ditampilkan siswa
dapat menjelaskan pengertian teori tumbukan efektif
2.
Melalui model dan metode
pembelajaran guru siswa dapat menentukan faktor-faktor
yang mempengaruhi laju reaksi bedasarkan contoh pada kehidupan sehari-hari
3.
Melalui metode pembelajaran guru siswa dapat
menyajikan cara-cara pengaturan dan penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan
fisik dan kimia yang tak terkendali dari hasil penelusuran informasi
4.
Melalui data hasil perobaan
siswa dapat menghitung laju reaksi
5.
Melalui contoh yang di berikan
guru siswa mampu menyimpulkan factor-faktor yang dapat mempengaruhi laju raksi
6.
Melalui penjelasan guru siswa
dapat menentukan orde reaksi berdasarkan
gambar grafik dan berdasarkan data hasil percobaan
7.
Melalui percobaan sederhana yang
dilakukan di rumah, siswa dapat menyimpulkan faktor- faktor yang mempengaruhi
laju reaksi dan orde reaksi berdasarkan hasil percobaan
8.
Melalui gambar grafik yang diberikan
guru, siswa mampu membaca dan membedakan grafik orde reaksi
D. Materi Pembelajaran
v Jenis materi pertemuan pertama
·
Faktual
Contoh aplikasi laju reaksi dalam
kehidupan sehari-hari
·
Konseptual
a.
Pengertian laju reaksi
b.
Teori tumbukan efektif
·
Procedural
VA = -
VB = +
V= -
= -
= +
= -
(Materi
selengkapnya pada lampiran 1)
v Materi pertemuan kedua
·
Fakta
·
Konsep
1.
Faktor – faktor yang
mempengaruhi laju reaksi
·
Procedural
Tahap reaksi penambahan katalis ion
Fe2+
Tahap 1:
S2O82-
(aq) + 2Fe2+ (aq)
2SO42- (aq) + 2Fe3+
(aq)
Tahap 2 :
2Fe3+ (aq) + 2I-
(aq)
2Fe2+ (aq) + I2 (s)
Hasil reaksi
S2O82-
(aq) + 2I- (aq)
2SO42- (aq) + I2
(s)
(Materi
selengkapnya pada lampiran 1)
E.
Metode pembelajaran
v
Pertemuan pertama
1.
Pendekatan
: Inkuiri
2.
Model :
Cooperatif Learning
3.
Metode :
Ceramah, Tanya jawab,
diskusi
v
Pertemuan kedua
1. Pendekatan : saintifik
2. Model : problem solving
3. Metode : diskusi dan
ceramah
F.
Alat dan Media Pembelajaran
v
Pertemuan pertama dan kedua
1.
Alat
Spidol, papan tulis,LCD
2.
Media
LKS(Lembar
kerja siswa), video, gambar.
v
Pertemuan ketiga
1. Alat
Gelas kimia, pengaduk, botol,
gelas ukur, termometer
2.
Bahan
H2O2, bakin soda, air, balon cuka, koreek, minyak
gorengn pewarna makanan.
3. Sumber belajar
o Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia
untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga
o
Yustiana, Afi dkk.1984.Kimia
Peminatan Matematika Dan Ilmu Alam. Kelaten utara: PT intanpariwara.
G. Langkah-Langkah
Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan pertama (4x45 menit)
|
Deskripsi Kegiatan
Pembelajaran
|
Alokasi Waktu
|
|
Orientasi
·
Pendidik memberi salam
·
Pendidik mempersilahkan peserta didik duduk dan tenang
untuk bersiap mengikuti pembelajaran
·
Pendidik mengajak peserta didik berdoa sebelum memulai
pembelajaran dengan menyuruh ketua kelas memimpin doa.
·
Pendidik menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta
didik
Apersepsi
·
Pendidik memberikan apersepsi dengan mengaitkan materi
sebelumnya “ kenapa pembakaran selalu menggunakan O2”
·
Pendidik memberikan apersepsi dengan memberikan gambar tentang kembang api dan pembuatan tape “
dari peristiwa tersebut mana yang lebih cepat bereaksi “ ?
Motivasi
·
Pendidik memberikan gambaran tentang manfaat
mempelajari laju reaksi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari,
Pemberian Acuan
|
20 menit
|
|
II. Kegiatan Inti
|
140 menit
|
|
·
Stimulus
Peserta didik diberi motivasi atau
rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi laju reaksi dengan cara :
-
Guru menyajikan pelajaran tentang laju reaksi diantaranya pengertian laju reaksi
dan teori tumbukan
-
Peserta didik dengan rasa ingin
tahu mengamati materi pengantar.
·
Menanya
Peserta didik diharapkan mengajukan pertanyaan:
“Apa syarat terjadinya tumbukan sempurna?
·
Mengumpulkan data
-
Peserta didik dikondisikan untuk
memperhatikan penjelasan pendidik
-
Peserta didik mengamati penjelasan pendidik
-
Peserta didik mengerjakan soal
yang ada di buku pegangan peserta didik, sesuai dengan sumber informasi yang
dimiliki.
Peserta didik mencari dan mengumpulkan
data, nformasi tentang masalah yang diberikan pada soal menggunakan buku
bacaan atau refrensi lainnya.
·
Mengolah data
Peserta didik mengolah data hasil
pengamatan dengan cara :
-
Berdiskusi terkait dengan soal yang
diberikan.
-
Mengolah informasi dari materi yang sudah dijelaskan dan dari kegiatan mengamati dan kegiatan
mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan
yang diberikan pendidik.
·
Mengkomunikasikan
Peserta didik mendiskusikan dengan
pendidik hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil pengamatannya dengan
data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
Masing-masing peserta didik
menyajikan hasil
informasi atau data, diikuti dengan tanya jawab antar siswa dan pendidik
dengan menggunakan kalimat yang mudah dimengerti, tidak menyinggung perasaan
dan saling menghargai pendapat teman.
|
|
|
III. Kegiatan Penutup
|
20 menit
|
|
·
Setiap peserta didik dipersilakan menyalin
atau mengcopy jawaban yang telah dikerjakan bersama-sama untuk
dijadikan pegangan siswa.
·
Peserta didik mengumpulkan salah satu
jawaban yang telah dikerjakan dan diberikan kepada guru
·
Peserta didik diberi kesempatan oleh guru
untuk menanyakan materi pembelajaran yang masih belum jelas.
·
Peserta didik bersama guru menyimpulkan
materi pembelajaran.
·
Peserta didik diberi tugas untuk mengerjakan
soal yang ada di buku pegangan siswa dan memberikan percobaan dirumah mana
yang lebih cepat matang tahu yang dipotong dadu atau yang tidak dipotong.
·
pendidik menginformasikan untuk materi
selanjutnya yaitu tentang faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaski.
·
pendidik mengakhiri pelajaran dan memberikan pesan untuk selalu
belajar dan tetap semangat.
·
Pendidik mengucapkan salam penutup
dan peserta didik menjawab salam..
|
|
|
|
|
2. Pertemuan kedua (4x45 menit)
|
Deskripsi Kegiatan
Pembelajaran
|
Alokasi Waktu
|
|
Orientasi
·
Pendidik memberi salam
·
Pendidik mempersilahkan peserta didik duduk dan tenang
untuk bersiap mengikuti pembelajaran
·
Pendidik mengajak peserta didik berdoa sebelum memulai
pembelajaran dengan menyuruh ketua kelas memimpin doa.
·
Pendidik menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta
didik
Apersepsi
·
Pendidik memberikan apersepsi dengan mengaitkan materi
sebelumnya atau tugas percobaan yang dilakukan dirumah yaitu “mana yang lebih
mudah matang tahu yang dipotong dadu atau yang tidak dipotong dadu?”
·
Pendidik memberikan apersepsi dengan memberikan
gambar tentang sirup dan fil tablet“
dari peristiwa tersebut mana yang lebih cepat bereaksi, apa alasannya jika
sirup lebih mudah bereaksi “ ?
Motivasi
·
Pendidik memberikan gambaran tentang manfaat
mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi kehidupan sehari-hari
yaitu pada bidang industri
Pemberian Acuan
|
20 menit
|
|
II. Kegiatan Inti
|
140 menit
|
|
·
Stimulus
Peserta didik diberi motivasi atau
rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi laju reaksi dengan cara :
-
Guru menyajikan pelajaran tentang laju reaksi diantaranya faktor – faktor yang
mempengaruhi laju reaksi
-
Peserta didik dengan rasa ingin
tahu mengamati materi pengantar.
·
Menanya
Peserta didik diharapkan mengajukan pertanyaan:
“kenapa katalis tidak ikut bereaksi hanya mempercepat laju reaksi?
·
Mengumpulkan data
-
Peserta didik dikondisikan untuk
memperhatikan penjelasan pendidik
-
Peserta didik mengamati penjelasan pendidik
-
Peserta didik diberikan soal yang
ada di LKS yang akan dibagikan oleh pendidik, dan peserta didik mencari
informasi sesuai dengan sumber informasi yang dimiliki.
Peserta didik mencari dan mengumpulkan
data, nformasi tentang masalah yang diberikan pada soal di LKS menggunakan
buku bacaan atau refrensi lainnya.
·
Mengolah data
Peserta didik mengolah data hasil
pengamatan dengan cara :
-
Berdiskusi terkait dengan soal yang
diberikan.
-
Mengolah informasi dari materi yang sudah dijelaskan dan dari kegiatan mengamati dan kegiatan
mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan
pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pendidik.
·
Mengkomunikasikan
Peserta didik mendiskusikan dengan
pendidik hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil pengamatannya dengan
data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
Masing-masing peserta didik
menyajikan hasil
informasi atau data, diikuti dengan tanya jawab antar siswa dan pendidik
dengan menggunakan kalimat yang mudah dimengerti, tidak menyinggung perasaan
dan saling menghargai pendapat teman.
|
|
|
III. Kegiatan Penutup
|
20 menit
|
|
·
Setiap peserta didik dipersilakan menyalin
atau mengcopy jawaban yang telah dikerjakan bersama-sama untuk
dijadikan pegangan siswa.
·
Peserta didik mengumpulkan salah satu
jawaban yang telah dikerjakan dan diberikan kepada guru
·
Peserta didik diberi kesempatan oleh guru
untuk menanyakan materi pembelajaran yang masih belum jelas.
·
Peserta didik bersama guru menyimpulkan
materi pembelajaran.
·
Peserta didik diberi tugas untuk mengerjakan
soal yang ada di buku pegangan siswa.
·
pendidik menginformasikan untuk materi
selanjutnya.
·
pendidik mengakhiri pelajaran dan memberikan pesan untuk selalu
belajar dan tetap semangat.
·
Pendidik mengucapkan salam penutup
dan peserta didik menjawab salam..
|
|
|
|
|
3. Pertemuan ketiga (4x45 menit)
|
Deskripsi Kegiatan
Pembelajaran
|
Alokasi Waktu
|
|
Orientasi
·
Pendidik memberi salam
·
Pendidik mempersilahkan peserta didik duduk dan tenang
untuk bersiap mengikuti pembelajaran
·
Pendidik mengajak peserta didik berdoa sebelum memulai
pembelajaran dengan menyuruh ketua kelas memimpin doa.
·
Pendidik menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta
didik
Pemberian Acuan
|
20 menit
|
|
II. Kegiatan Inti
|
140 menit
|
|
·
Stimulus
Peserta didik diberi motivasi atau
rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi laju reaksi dengan cara :
-
Guru menyajikan bahan-bahan dan
alat yang digunakan untuk praktikum tentang laju reaksi diantaranya faktor – faktor yang
mempengaruhi laju reaksi
-
Peserta didik dengan rasa ingin
tahu mengamati materi pengantar.
·
Menanya
Peserta didik diharapkan mengajukan pertanyaan:
“apa nama alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum serta manfaatnya ?
·
Mengumpulkan data
-
Peserta didik dikondisikan untuk
memperhatikan penjelasan pendidik
-
Peserta didik mengamati penjelasan pendidik
-
Peserta didik dibagikan kelompok
dan modul praktikum.
.
·
Mengolah data
Peserta didik mengolah data hasil
pengamatan dengan cara :
-
Berdiskusi terkait dengan projek yang
diberikan.
-
Mengolah informasi dari praktikum yang sudah dilakukan dan dari kegiatan mengamati dan kegiatan
mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan
pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pendidik.
·
Mengkomunikasikan
Peserta didik mendiskusikan dengan
pendidik hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil pengamatannya dengan
data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
Masing-masing peserta didik
menyajikan hasil
informasi atau data, diikuti dengan tanya jawab antar siswa dan pendidik
dengan menggunakan kalimat yang mudah dimengerti, tidak menyinggung perasaan
dan saling menghargai pendapat teman.
|
|
|
III. Kegiatan Penutup
|
20 menit
|
|
·
Setiap peserta didik dipersilakan menyalin
atau mengcopy jawaban yang telah dikerjakan bersama-sama untuk
dijadikan pegangan siswa.
·
Peserta didik mengumpulkan salah satu
jawaban yang telah dikerjakan dan diberikan kepada guru
·
Peserta didik diberi kesempatan oleh guru
untuk menanyakan materi pembelajaran yang masih belum jelas.
·
Peserta didik bersama guru menyimpulkan
materi pembelajaran.
·
Peserta didik diberi tugas untuk mengerjakan
soal yang ada di buku pegangan siswa.
·
pendidik menginformasikan untuk materi
selanjutnya.
·
pendidik mengakhiri pelajaran dan memberikan pesan untuk selalu
belajar dan tetap semangat.
·
Pendidik mengucapkan salam penutup
dan peserta didik menjawab salam..
|
|
|
|
|
H.
Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian
a. Sikap
-
Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik
sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum.
Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian
sikap.
|
No
|
Nama Siswa
|
Aspek Perilaku yang Dinilai
|
Jumlah Skor
|
Skor Sikap
|
Kode Nilai
|
|||
|
BS
|
JJ
|
TJ
|
DS
|
|||||
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan :
• BS : Bekerja Sama
• JJ : Jujur
• TJ : Tanggun Jawab
• DS : Disiplin
Catatan :
1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Cukup
25 = Kurang
2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai
dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400
3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap
yang dinilai = 275 : 4 = 68,75
4. Kode nilai / predikat :
75,01
– 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01
– 75,00 = Baik (B)
25,01
– 50,00 = Cukup (C)
00,00
– 25,00 =
Kurang (K)
-
Penilaian Diri
Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta
didik, maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya
sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya
menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan
kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan
digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format
penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu.
Berikut Contoh format penilaian :
|
No
|
Pernyataan
|
Ya
|
Tidak
|
Jumlah Skor
|
Skor Sikap
|
Kode Nilai
|
|
1
|
Selama diskusi, saya ikut serta mengusulkan ide/gagasan.
|
50
|
|
250
|
62,50
|
C
|
|
2
|
Ketika kami berdiskusi, setiap anggota mendapatkan kesempatan untuk
berbicara.
|
|
50
|
|||
|
3
|
Saya ikut serta dalam membuat kesimpulan hasil diskusi kelompok.
|
50
|
|
|||
|
4
|
...
|
100
|
|
Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan
jumlah kriteria = 4 x 100 = 400
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal
dikali 100) = (250 : 400) x 100 = 62,50
4. Kode nilai / predikat :
75,01
– 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01
– 75,00 = Baik (B)
25,01
– 50,00 = Cukup (C)
00,00
– 25,00 =
Kurang (K)
5. Format di atas dapat juga digunakan untuk
menilai kompetensi pengetahuan dan keterampilan
-
Penilaian Teman Sebaya
Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya
sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud
dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan format
penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya
:
Nama
yang diamati : ...
Pengamat
: ...
|
No
|
Pernyataan
|
Ya
|
Tidak
|
Jumlah Skor
|
Skor Sikap
|
Kode Nilai
|
|
1
|
Mau menerima pendapat teman.
|
100
|
|
450
|
90,00
|
SB
|
|
2
|
Memberikan solusi terhadap permasalahan.
|
100
|
|
|||
|
3
|
Memaksakan pendapat sendiri kepada anggota kelompok.
|
|
100
|
|||
|
4
|
Marah saat diberi kritik.
|
100
|
|
|||
|
5
|
...
|
|
50
|
Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk
pernyataan yang positif, sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan
Tidak = 100
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan
jumlah kriteria = 5 x 100 = 500
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal
dikali 100) = (450 : 500) x 100 = 90,00
4. Kode nilai / predikat :
75,01
– 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01
– 75,00 = Baik (B)
25,01
– 50,00 = Cukup (C)
00,00
– 25,00 =
Kurang (K)
b. Pengetahuan
-
Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda
-
Tes Lisan/Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan
Praktek Monolog atau
Dialog
Penilaian Aspek Percakapan
|
No
|
Aspek yang
Dinilai
|
Skala
|
Jumlah Skor
|
Skor Sikap
|
Kode Nilai
|
|||
|
25
|
50
|
75
|
100
|
|||||
|
1
|
Intonasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Pelafalan
|
|
|
|
|
|||
|
3
|
Kelancaran
|
|
|
|
|
|||
|
4
|
Ekspresi
|
|
|
|
|
|||
|
5
|
Penampilan
|
|
|
|
|
|||
|
6
|
Gestur
|
|
|
|
|
|||
-
Penugasan
Tugas Rumah
a. Peserta
didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku peserta didik
b. Peserta
didik memnta tanda tangan orangtua sebagai bukti bahwa mereka telah mengerjakan
tugas rumah dengan baik
c. Peserta
didik mengumpulkan jawaban dari tugas rumah yang telah dikerjakan untuk
mendapatkan penilaian.
c. Keterampilan
-
Penilaian Unjuk Kerja
Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen
penilaian ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:
Instrumen Penilaian
|
No
|
Aspek yang
Dinilai
|
Sangat
Baik
(100)
|
Baik
(75)
|
Kurang
Baik
(50)
|
Tidak
Baik
(25)
|
|
1
|
Kesesuaian
respon dengan pertanyaan
|
|
|
|
|
|
2
|
Keserasian
pemilihan kata
|
|
|
|
|
|
3
|
Kesesuaian
penggunaan tata bahasa
|
|
|
|
|
|
4
|
Pelafalan
|
|
|
|
|
Kriteria penilaian (skor)
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik
Cara mencari nilai (N) =
Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor maksimal dikali skor ideal
(100)
Instrumen Penilaian Diskusi
|
No
|
Aspek yang Dinilai
|
100
|
75
|
50
|
25
|
|
1
|
Penguasaan materi diskusi
|
|
|
|
|
|
2
|
Kemampuan menjawab pertanyaan
|
|
|
|
|
|
3
|
Kemampuan mengolah kata
|
|
|
|
|
|
4
|
Kemampuan menyelesaikan masalah
|
|
|
|
|
Keterangan :
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik
Mataram,
…………………..
|
Mengetahui,
Dosem Pembimbing
Mukhtar haris.S.Pd, M.Si
NIP: 19810327 200501 1 003
|
Guru Pamong
Eka Marta Rahayu
NIP:
|
Mahasiswa
Nursayuti
NIM : E1M016050
|
Lampira 1
1.
LAJU REAKSI
Gambar 1.
Pada gambar diatas terdapat singkong yang ditaburi ragi
untuk pembuatan tape dan gambar kedua adalah kembang api.terdapat kecepatan
untuk reaksi yang berbeda – beda pada dua gambar tersebut ada yang cepat dan
lambat. Gambar pertama membutuhkan 3 hari untuk menjadi tape sedangkan kembang
api membutuhkan kurang lebih setengah menit untuk bereaksi. Dapat disimpulkan
setiap reaksi kimia melibatkan komponen – komponen berupa pereaksi dan hasil
reaksi serta dipengaruhi oleh laju reaksi. Pada saat reaksi berlangsung,
komponen zat pereaksi dan hasil reaksi akan mengalami perubahan reaksi maupun
hasil reaksi dapat terjadi secara cepat dan lambat. Sehingga cepat lambatnya
reaksi disebut laju reaksi
Laju merupakan ukuran perubahan sesuatu yang terjadi
dalam satuan waktu. Laju reaksi merupakan ukuran perubahan konsentrasi dalam
satuan waktu. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah
konsentrasi pereaksi, suhu, luas permukaan, dan katalis. Didalam industri,
faktor-faktor ini sangat diperhatikan karena dapat mempengaruhi produk yang
dihasilkan
A. Konsentrasi Larutan
Satuan konsentrasi larutan yang umum digunakan adalah
molaritas (M). Larutan dengan konsentrasi 1 M artinya di dalam 1 L larutan
tersebut terdapat 1 mol zat terlarut. Satuan konsentrasi larutan yang umum
digunakan adalah molaritas (M). Larutan dengan konsentrasi 1 M artinya di dalam
1 L larutan tersebut terdapat 1 mol zat terlarut. Sebagian besar larutan yang
ditemui di laboratorium dinyatakan konsentrasinya dalam Molar (M). Secara matematis
dapat dirumuskan:
1. Berapakah kemolaran dari
larutan berikut ini?
Berdasarkan contoh soal diatas, dapat dicari kemolaran H2SO4 dengan menggunakan rumus M=n/V dimana dari soal dapat diketahui jumlah mol H2SO4 yaitu 0.4 mol dan volume larutan yaitu 2 liter. Dengan menggunakan rumus kemolaran yaitu
Pengenceran larutan di laboratorium larutan yang berasal
dari pabriknya, biasanya dalam
konsentrasi tinggi, misalnya asam klorida 12 M, dan asam asetat 17 M. Reaksi-reaksi kimia biasanya dilakukan pada konsentrasi larutan yang rendah misalnya 1 M atau 0,1 M. Untuk keperluan tersebut, larutan yang pekat harus diencerkan dahulu dengan menambahkan air. Di dalam pengenceran larutan, jumlah mol zat pada larutan pekat sama dengan larutan encer, hanya volum larutannya yang berubah. Jumlah mol zat terlarut dapat dihitung dengan mengalikan volum (V) dengan molaritas larutan.V xM = volum larutan x mol zat terlarut/volum larutan = mol zat terlarut. Dengan demikian hasil perkalian volum dan molaritas larutan semula (V1M1)
sama dengan hasil perkalian volum dan molaritas larutan setelah pengenceran
(V2M2).
konsentrasi tinggi, misalnya asam klorida 12 M, dan asam asetat 17 M. Reaksi-reaksi kimia biasanya dilakukan pada konsentrasi larutan yang rendah misalnya 1 M atau 0,1 M. Untuk keperluan tersebut, larutan yang pekat harus diencerkan dahulu dengan menambahkan air. Di dalam pengenceran larutan, jumlah mol zat pada larutan pekat sama dengan larutan encer, hanya volum larutannya yang berubah. Jumlah mol zat terlarut dapat dihitung dengan mengalikan volum (V) dengan molaritas larutan.V xM = volum larutan x mol zat terlarut/volum larutan = mol zat terlarut. Dengan demikian hasil perkalian volum dan molaritas larutan semula (V1M1)
sama dengan hasil perkalian volum dan molaritas larutan setelah pengenceran
(V2M2).
V1 = volum sebelum
pengenceran
M1 = konsentrasi molar sebelum pengenceran
V2 = volum sesudah pengenceran
M2 = konsentrasi molar sesudah pengenceran
M1 = konsentrasi molar sebelum pengenceran
V2 = volum sesudah pengenceran
M2 = konsentrasi molar sesudah pengenceran
Contoh Soal
Tentukan
konsentrasi larutan yang terjadi jika kedalam 10 mL Na2S2O3 0,5 M
ditambah 10 mL air!
Penyelesaian:
V1M1 = V2M2
10 mL x 05 M = 20 mL x M2
M2 = 0,25
Konsentrasi larutan setelah diencerkan = 0,25 M.
ditambah 10 mL air!
Penyelesaian:
V1M1 = V2M2
10 mL x 05 M = 20 mL x M2
M2 = 0,25
Konsentrasi larutan setelah diencerkan = 0,25 M.
B. KONSEP LAJU
REAKSI
Reaksi-reaksi kimia berlangsung dengan laju yang
berbeda-beda. Ada reaksi yang berlangsung sangat cepat dan ada reaksi yang
berlangsung dengan lambat. Perhatikan gambar berikut ini !
Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa waktu yang
diperlukan untuk pembakaran kertas lebih sedikit daripada waktu untuk proses
perkaratan besi. Sehingga, reaksi pembakaran kertas berlangsung lebih cepat
sedangkan reaksi perkaratan besi berlangsung lebih lambat.
Cepat lambatnya suatu reaksi berlangsung disebut dengan laju reaksi. Dalam kehidupan sehari-hari pengetahuan tentang laju reaksi sangat diperlukan. Dalam suatu reaksi kimia, zat pereaksi akan bereaksi membentuk zat produk reaksi sehingga jumlah zat pereaksi akan berkurang sedangkan jumlah zat produk reaksi akan bertambah.
Cepat lambatnya suatu reaksi berlangsung disebut dengan laju reaksi. Dalam kehidupan sehari-hari pengetahuan tentang laju reaksi sangat diperlukan. Dalam suatu reaksi kimia, zat pereaksi akan bereaksi membentuk zat produk reaksi sehingga jumlah zat pereaksi akan berkurang sedangkan jumlah zat produk reaksi akan bertambah.
Perhatikan grafik berikut ini:
Gambar
4. Grafik Laju reaksi
Berdasarkan gambar
diatas dapat dilihat bahwa semakin besar waktu maka jumlah reaktan akan semakin
(sedikit) sedangkan jumlah produk akan semakin (besar) Konsentrasi zat pereaksi
atau produk dinyatakan dalam kemolaran (molaritas)
Oleh karena itu, laju reaksi reaktan dan produk reaksi dapat dirumuskan sbb:
Oleh karena itu, laju reaksi reaktan dan produk reaksi dapat dirumuskan sbb:
contoh soal
1. Berdasarkan eksperimen pada reaksi:
H2O2 (aq) + 2HI (aq)→ 2H2O (l) + I2 (aq)
Diketahui bahwa konsentrasi I2 bertambah dari 0 menjadi 0.002 mol/L dalam 10 detik. Tentukan laju reaksi untuk reaksi tersebut !
Dari reaksi diatas dapat dilihat bahwa produk reaksi tersebut adalah I2. maka untuk mencari laju reaksi dari reaksi tersebut dapat digunakan persamaan berikut:
1. Berdasarkan eksperimen pada reaksi:
H2O2 (aq) + 2HI (aq)→ 2H2O (l) + I2 (aq)
Diketahui bahwa konsentrasi I2 bertambah dari 0 menjadi 0.002 mol/L dalam 10 detik. Tentukan laju reaksi untuk reaksi tersebut !
Dari reaksi diatas dapat dilihat bahwa produk reaksi tersebut adalah I2. maka untuk mencari laju reaksi dari reaksi tersebut dapat digunakan persamaan berikut:
2.
TEORI TUMBUKAN
Teori tumbukan menggambarkan pertemuan partikel-partikel
pereaksi sebagai suatu tumbukan. Tumbukan ada yang menghasilkan reaksi dan ada
yang tidak menghasilkan reaksi. Tumbukan yang menghasilkan partikel-partikel
produk reaksi disebut tumbukan efektif. Faktor-faktor yang menentukan tumbukan
efektif yaitu energi kinetik partikel (molekul) dan orientasi atau arah
partikel. Perhatikan reaksi antara gas Nitrogen Oksida (NO) dengan ozon (O3)
berikut ini: NO (g) + O3 (g)→ NO2 (g) + O2 (g)
Berdasarkan pada gambar diatas, dari persamaan dapat
dilihat bahwa orientasi partikel antara O dengan N tidak tepat sehingga tidak
menghasilkan tumbukan efektif. Orientasi partikel sudah tepat sehingga
menghasilkan tumbukan efektif dan akan membentuk produk reaksi yaitu NO2 dan
O2. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi seperti konsentrasi, luas
permukaan, suhu dan katalis berhubungan dengan tumbukan antar partikel. Mengapa
demikian ? Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut
1.PENGARUH KONSENTRASI TERHADAP
LAJU REAKSI BERDASARKAN TEORI TUMBUKAN
Perhatikan gambar berikut:
Perhatikan gambar berikut:
Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa
konsentrasi pereaksi berkaitan dengan jumlah partikel zat yang terlibat dalam
tumbukan. Bila pereaksi bertambah, maka jumlah partikel-partikel yang
bertumbukan akan semakin banyak/meningkat. Dengan demikian jarak
antara partikel.zattersebut menjadi lebih dekat dan jumlah tumbukkan
efektif juga akan meningkat. Hal ini berarti terjadi peningkatan laju suatu
reaksi. Dan sebaliknya, jika konsentrasi berkurang, maka tumbukan akan sedikit
dan laju reaksi juga akan berkurang.
2.PENGARUH LUAS PERMUKAAN TERHADAP LAJU REAKSI
BERDASARKAN TEORI TUMBUKAN
Untuk massa yang sama, semakin halus bentuk suatu zat maka semakin
luas permukaan zat. Berdasarkan teori tumbukan: “semakin luas permukaan
partikel, semakin besar kemungkinan terjadinya tumbukan antar partikel”.
Dari gambar dapat
dilihat bahwa serbuk Fe bereaksi lebih cepat dari pada batang Fe. Hal ini
disebabkan karena luas permukaan serbuk Fe lebih luas daripada kepingan Fe,
sehingga bidang sentuhnya lebih banyak untuk bertumbukan dengan zat lain.
Akibatnya laju reaksi zat berbentuk serbuk lebih cepat daripada zat yang
berbentuk kepingan.
3.PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP LAJU REAKSI BERDASARKAN TEORI TUMBUKAN
Pengaruh
temperatur terhadap laju reaksi terkait dengan energi kinetik partikel. Mengapa
demikian ? Perhatikan gambar berikut ini:
Gambar . tumbukan partikel pada suhu tinggi dan rendah.
Gambar . tumbukan partikel pada suhu tinggi dan rendah.
Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa pada suhu
tinggi, jumlah partikel yang bertumbukan lebih banyak dibandingkan pada suhu
rendah. Hal ini disebabkan karena pada suhu tinggi energi kinetik partikel akan
lebih besar. Hal ini menyebabkan jumlah tumbukan semakin banyak sehingga
laju reaksi akan meningkat.
Lampiran 2
3.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
Gambar diatas sering kita jumpai pada kehidupan sehari –
hari kita, pada saat sakit. Gambar diatas sangat berkaitan dengan laju reaksi
yang kita pelajari. Jadi gambar diatas merupakan contoh laju reaksi pada
kehidupan sehari – hari. Obat tablet dan sirup mana yang lebih cepat bereaksi ?
jawabannya adalah sirup karena sirup dalam wujud cair yang akan memiliki bidang
sentuh yang paling banyak dibandingkan dengan obat tablet sehingga terjadinya
tumbukan akan lebih besar dan banyak, terjadinya tunbukan dalam jumlah banyak
akan menyebabkan reaksi akan semakin cepat. Salah satu faktor yang mempengaruhi
laju reaksi adalah luas permukaan terhadap bidang sentuh.
Laju reaksi akan lebih cepat terjadi jika tumbukan antar
partikel zat yang bereaksi lebih banyak. Beberapa faktor-faktor yang
mempengaruhi banyaknya tumbukan terlihat pada bagan berikut:
Bagan .Faktor yang mempengaruhi Laju Reaksi
Bagan .Faktor yang mempengaruhi Laju Reaksi
1. PENGARUH KONSENTRASI TERHADAP LAJU REAKSI
Perhatikan gambar berikut:
Gambar 5. reaksi pita Mg dengan HCl
Perhatikan gambar berikut:
Gambar 5. reaksi pita Mg dengan HCl
Berdasarkan gambar diatas, dapat dilihat bahwa larutan HCl
mempunyai berbagai konsentrasi yaitu 1 M , 2 M dan 3 M. Magnesium (Mg) yang
dimasukkan kedalam larutan HCl akan bereaksi dengan persamaan sebagai berikut:
Dari data hasil percobaan yang ada pada gambar dan tabel.1
maka dapat diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi HCl, semakin besar Mg
habis bereaksi dan waktu yang diperlukan semakin kecil. Makin besar
konsentrasi, laju reaksi makin cepat
2. PENGARUH LUAS PERMUKAAN TERHADAP LAJU
REAKSI
Suatu zat akan bereaksi apabila bercampur dan
bertumbukan. Reaksi dapat terjadi antara reaktan-reaktan yang fasenya sama
misalnya, cair dengan cair ataupun yang fasenya berbeda cair dengan padat. Pada
pencampuran reaktan yang terdiri dari dua fase atau lebih, tumbukan berlangsung
pada bagian permukaan zat. Laju seperti itu, dapat diperbesar dengan memperluas
permukaan sentuhan zat itu dengan cara memperkecil ukuran partikelnya.
Persamaan reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
CaCO3(s) + 2HCl(aq)→ CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)
CaCO3(s) + 2HCl(aq)→ CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)
Tabel 2. laju reaksi CaCO3 dan HCl
Berdasarkan data
dari table.2, dapat disimpulkan sebagai berikut: Makin luas permukaan bidang
sentuh, makin cepat laju reaksinya
3.PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP LAJU REAKSI
Pengaruh temperature terhadap laju reaksi dapat kita lihat
dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya makanan kentang akan lebih cepat masak
jika digoreng dalam minyak panas dibandingkan jika direbus dalam air. Hal ini
karena suhu minyak panas lebih tinggi dibandingkan suhu air mendidih. Untuk
lebih jelasnya tentang pengaruh temperature terhadap laju reaksi
perhatikan gambar
percobaan berikut ini:
Pada gambar.8 diatas, larutan HCl 2M direaksikan dengan
larutan Na2S 2O3 0.2M pada suhu yang berbeda yaitu27°C, 37°C dan 47°C. Waktu
reaksi dicatat sampai terbentuk endapan. belerang didalam gelas kimia. Persamaan
reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
Na2S2O3(aq) + HCl(aq)→ 2NaCl(aq) + H2O(l) + SO2(g) + S(s)
Berdasarkan gambar terlihat bahwa semakin besar
temperatur semakin cepat endapan terbentuk dan dari data percobaan pada table.3
dapat dilihat bahwa semakin besar temperature, maka waktu yang diperlukan untuk
mereaksikan antara HCl dan Na2S2O3 semakin kecil, berarti laju reaksi semakin
cepat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa: Makin tinggi temperatur
pereaksi, makin cepat laju reaksinya.
4. PENGARUH
KATALIS TERHADAP LAJU REAKSI
Katalis merupakan suatu zat yang dapat mempercepat laju
reaksi tanpa mengalami perubahan kimia secara permanen (kekal), sehingga di
akhir reaksi zat tersebut dapat diperoleh kembali.Untuk lebih memahami mengenai
pengertian katalis.
perhatikan percobaan penguraian hidrogen
peroksida (H2O2) berikut ini:
2H2O2(l)→ 2H2O(l) + O2(g)
Larutan H2O2 5% masing-masing 50 ml dimasukkan kedalam tiga gelas kimia.
2H2O2(l)→ 2H2O(l) + O2(g)
Larutan H2O2 5% masing-masing 50 ml dimasukkan kedalam tiga gelas kimia.
Dari gambar diatas, dapat dilihat bahwa pada tabung I
terjadi penguraian H2O2 yang ditandai dengan timbulnya sedikit gelembung. Pada
tabung II H2O2 ditambah dengan NaCl 0.1M, tetapi tidak mempengaruhi proses
penguraian H2O2 karena gelembung yang timbul tetap sedikit. Sedangkan pada
tabung III ditambah dengan FeCl3. Pada saat ditambah dengan FeCl3 terlihat
bahwa gelembung semakin banyak dan warna larutan berubah menjadi coklat.
Berdasarkan data dan hasil pengamatan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pereaksi yang merupakan katalis adalah FeCl3
2. Pereaksi yang bukan merupakan katalis adalah NaCl
3. Tanpa katalis reaksi berlangsung cepat
4. Dengan katalis reaksi berlangsung lambat
Berdasarkan
percobaan ini maka dapat disimpulkan katalis adalah zat yang dapat mempercepat
suatu reaksi tanpa ikut bereaksi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar