Rabu, 18 Desember 2019

CONTOH RPP KIMIA


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Satuan Pendidikan    :           
Mata Pelajaran           :           Kimia
Kelas/Semester          :           XI MIA 2/Ganjil
Materi Pokok             :           Laju Reaksi
Alokasi Waktu          :           12  JP x 45 menit (3 kali pertemuan)
A.      Kompetensi Inti( KI )
KI 1          : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2          : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli         (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3          : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4          : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.






B.       Kompetensi Dasar( KD ) dan Indikator Pencapaian Kompetensi ( IPK )
Kompetensi Dasar
Indikator
  3.6  Menjelaskan faktor-faktor yang  memengaruhi laju reaksi menggunakan teori tumbukan

3.6.1  Siswa dapat menentukan faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan hasil perhitungan
3.6.2   Siswa dapat menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi bedasarkan contoh pada kehidupan sehari-hari
3.6.3  siswa dapat menunjukkan data  factor-faktor yang pempengaruhi laju reaksi berdasarkan contoh dalam kehidupan sehari-hari
3.6.4   siswa dapat menghitung besarnya laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan.

4.6 Menyajikan hasil penelusuran informasi cara-cara pengaturan dan penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan fisika dan kimia yang tak terkendali

4.6.1   Siswa dapat menyajikan cara-cara pengaturan dan penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan fisik dan kimia yang tak terkendali dari hasil penelusuran informasi
3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan
3.7.1   siswa mampu menjelaskan tentang orde reaksi
3.7.2  Siswa dapat menentukan orde reaksi  berdasarkan gambar grafik dan berdasarkan data hasil percobaan
 3.7.3   siswa dapat membaca grafik orde   reaksi dari data hasil percobaan
3.7.4    siswa dapat membedakan grafik dari setiap orde reaksi
 4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi
4.7.1   Siswa dapat menyimpulkan faktor- faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi berdasarkan hasil percobaan
C.    Tujuan Pembelajaran
1.         Melalui media gambar yang ditampilkan siswa dapat menjelaskan pengertian teori tumbukan efektif
2.         Melalui model dan metode pembelajaran guru siswa dapat menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi bedasarkan contoh pada kehidupan sehari-hari
3.         Melalui metode pembelajaran guru siswa dapat menyajikan cara-cara pengaturan dan penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan fisik dan kimia yang tak terkendali dari hasil penelusuran informasi
4.         Melalui data hasil perobaan siswa dapat menghitung laju reaksi
5.         Melalui contoh yang di berikan guru siswa mampu menyimpulkan factor-faktor yang dapat mempengaruhi laju raksi
6.         Melalui penjelasan guru siswa dapat menentukan orde reaksi  berdasarkan gambar grafik dan berdasarkan data hasil percobaan
7.         Melalui percobaan sederhana yang dilakukan di rumah, siswa dapat menyimpulkan faktor- faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi berdasarkan hasil percobaan
8.         Melalui gambar grafik yang diberikan guru, siswa mampu membaca dan membedakan grafik orde reaksi

D.      Materi Pembelajaran
v  Jenis materi pertemuan pertama
·         Faktual
Contoh aplikasi laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari
      
                    
·         Konseptual
a.       Pengertian laju reaksi
b.      Teori tumbukan efektif
·         Procedural
VA = -

VB = +

V= -  = -  = +  = -

(Materi selengkapnya pada lampiran 1)
v  Materi pertemuan kedua
·         Fakta

·         Konsep
1.      Faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi

·         Procedural
Tahap reaksi penambahan katalis ion Fe2+
Tahap 1:
S2O82- (aq) + 2Fe2+ (aq)  2SO42- (aq) + 2Fe3+ (aq)
Tahap 2 :
2Fe3+ (aq) + 2I- (aq)  2Fe2+ (aq) + I2 (s)
Hasil reaksi
S2O82- (aq) + 2I- (aq)  2SO42- (aq) + I2 (s)
(Materi selengkapnya pada lampiran 1)

E.       Metode pembelajaran
v  Pertemuan pertama
1.        Pendekatan        : Inkuiri
2.        Model               : Cooperatif Learning
3.        Metode             : Ceramah, Tanya jawab, diskusi
v  Pertemuan kedua
1.      Pendekatan         : saintifik
2.      Model                 : problem solving
3.      Metode               : diskusi dan ceramah

F.       Alat dan Media Pembelajaran
v  Pertemuan pertama dan kedua
1.              Alat
Spidol, papan tulis,LCD
2.              Media
LKS(Lembar kerja siswa), video, gambar.
v  Pertemuan ketiga
1.      Alat
Gelas kimia, pengaduk, botol, gelas ukur, termometer
2.      Bahan
H2O2, bakin soda, air, balon cuka, koreek, minyak gorengn pewarna makanan.



3.    Sumber belajar
o    Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga
o    Yustiana, Afi dkk.1984.Kimia Peminatan Matematika Dan Ilmu Alam. Kelaten utara: PT intanpariwara.

G.    Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
1.      Pertemuan pertama (4x45 menit)
Deskripsi Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu

Orientasi
·         Pendidik memberi salam
·         Pendidik mempersilahkan peserta didik duduk dan tenang untuk bersiap mengikuti pembelajaran
·         Pendidik mengajak peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran dengan menyuruh ketua kelas memimpin doa.
·         Pendidik menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta didik
Apersepsi
·         Pendidik memberikan apersepsi dengan mengaitkan materi sebelumnya “ kenapa pembakaran selalu menggunakan O2
·         Pendidik memberikan apersepsi dengan memberikan gambar  tentang kembang api dan pembuatan tape “ dari peristiwa tersebut mana yang lebih cepat bereaksi “ ?          
Motivasi
·         Pendidik memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari laju reaksi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari,
  • Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang  berlangsung
Pemberian Acuan
  • Pendidik memberitahukan  materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
  • Pendidik memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pembelajaran.

20 menit
























II. Kegiatan Inti
140 menit
·         Stimulus
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi laju reaksi dengan cara :
-          Guru menyajikan pelajaran tentang laju reaksi diantaranya pengertian laju reaksi dan teori tumbukan
-          Peserta didik dengan rasa ingin tahu mengamati materi pengantar.
·         Menanya
Peserta didik diharapkan mengajukan pertanyaan:
“Apa syarat terjadinya tumbukan sempurna?
·         Mengumpulkan data
-          Peserta didik dikondisikan untuk memperhatikan penjelasan pendidik
-          Peserta didik mengamati  penjelasan pendidik
-          Peserta didik mengerjakan soal yang ada di buku pegangan peserta didik, sesuai dengan sumber informasi yang dimiliki.
Peserta didik mencari dan mengumpulkan data, nformasi tentang masalah yang diberikan pada soal menggunakan buku bacaan atau refrensi lainnya.
·         Mengolah data
Peserta didik mengolah data hasil pengamatan dengan cara :
-          Berdiskusi terkait dengan soal yang diberikan.
-          Mengolah informasi dari materi  yang sudah dijelaskan dan dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pendidik.
·         Mengkomunikasikan
Peserta didik mendiskusikan dengan pendidik hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
Masing-masing peserta didik menyajikan hasil informasi atau data, diikuti dengan tanya jawab antar siswa dan pendidik dengan menggunakan kalimat yang mudah dimengerti, tidak menyinggung perasaan dan saling menghargai pendapat teman.

III. Kegiatan Penutup
20 menit
·         Setiap peserta didik dipersilakan menyalin atau mengcopy jawaban  yang telah dikerjakan bersama-sama untuk dijadikan pegangan siswa.
·         Peserta didik mengumpulkan salah satu jawaban yang telah dikerjakan dan diberikan kepada guru
·         Peserta didik diberi kesempatan oleh guru untuk menanyakan materi pembelajaran yang masih belum jelas.
·         Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran.
·         Peserta didik diberi tugas untuk mengerjakan soal yang ada di buku pegangan siswa dan memberikan percobaan dirumah mana yang lebih cepat matang tahu yang dipotong dadu atau yang tidak dipotong.
·         pendidik menginformasikan untuk materi selanjutnya yaitu tentang faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaski.
·         pendidik mengakhiri pelajaran dan memberikan pesan untuk selalu belajar dan tetap semangat.
·         Pendidik mengucapkan salam penutup dan peserta didik menjawab salam..




2.      Pertemuan kedua (4x45 menit)
Deskripsi Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu

Orientasi
·         Pendidik memberi salam
·         Pendidik mempersilahkan peserta didik duduk dan tenang untuk bersiap mengikuti pembelajaran
·         Pendidik mengajak peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran dengan menyuruh ketua kelas memimpin doa.
·         Pendidik menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta didik

Apersepsi
·         Pendidik memberikan apersepsi dengan mengaitkan materi sebelumnya atau tugas percobaan yang dilakukan dirumah yaitu “mana yang lebih mudah matang tahu yang dipotong dadu atau yang tidak dipotong dadu?”
·         Pendidik memberikan apersepsi dengan memberikan gambar  tentang sirup dan fil tablet“ dari peristiwa tersebut mana yang lebih cepat bereaksi, apa alasannya jika sirup lebih mudah bereaksi “ ?
           
Motivasi
·         Pendidik memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi kehidupan sehari-hari yaitu pada bidang industri
  • Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang  berlangsung

Pemberian Acuan
  • Pendidik memberitahukan  materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
  • Pendidik memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pembelajaran.

20 menit
























II. Kegiatan Inti
140 menit
·         Stimulus
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi laju reaksi dengan cara :
-          Guru menyajikan pelajaran tentang laju reaksi diantaranya faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi
-          Peserta didik dengan rasa ingin tahu mengamati materi pengantar.

·         Menanya
Peserta didik diharapkan mengajukan pertanyaan:
“kenapa katalis tidak ikut bereaksi hanya mempercepat laju reaksi?
·         Mengumpulkan data
-          Peserta didik dikondisikan untuk memperhatikan penjelasan pendidik
-          Peserta didik mengamati  penjelasan pendidik
-          Peserta didik diberikan soal yang ada di LKS yang akan dibagikan oleh pendidik, dan peserta didik mencari informasi sesuai dengan sumber informasi yang dimiliki.
Peserta didik mencari dan mengumpulkan data, nformasi tentang masalah yang diberikan pada soal di LKS menggunakan buku bacaan atau refrensi lainnya.
·         Mengolah data
Peserta didik mengolah data hasil pengamatan dengan cara :
-          Berdiskusi terkait dengan soal yang diberikan.
-          Mengolah informasi dari materi  yang sudah dijelaskan dan dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pendidik.
·         Mengkomunikasikan
Peserta didik mendiskusikan dengan pendidik hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
Masing-masing peserta didik menyajikan hasil informasi atau data, diikuti dengan tanya jawab antar siswa dan pendidik dengan menggunakan kalimat yang mudah dimengerti, tidak menyinggung perasaan dan saling menghargai pendapat teman.

III. Kegiatan Penutup
20 menit
·         Setiap peserta didik dipersilakan menyalin atau mengcopy jawaban  yang telah dikerjakan bersama-sama untuk dijadikan pegangan siswa.
·         Peserta didik mengumpulkan salah satu jawaban yang telah dikerjakan dan diberikan kepada guru
·         Peserta didik diberi kesempatan oleh guru untuk menanyakan materi pembelajaran yang masih belum jelas.
·         Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran.
·         Peserta didik diberi tugas untuk mengerjakan soal yang ada di buku pegangan siswa.
·         pendidik menginformasikan untuk materi selanjutnya.
·         pendidik mengakhiri pelajaran dan memberikan pesan untuk selalu belajar dan tetap semangat.
·         Pendidik mengucapkan salam penutup dan peserta didik menjawab salam..

















3.      Pertemuan ketiga (4x45 menit)
Deskripsi Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu

Orientasi
·         Pendidik memberi salam
·         Pendidik mempersilahkan peserta didik duduk dan tenang untuk bersiap mengikuti pembelajaran
·         Pendidik mengajak peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran dengan menyuruh ketua kelas memimpin doa.
·         Pendidik menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta didik

Pemberian Acuan
  • Pendidik memberitahukan  materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
  • Pendidik memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pembelajaran.

20 menit
























II. Kegiatan Inti
140 menit
·         Stimulus
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi laju reaksi dengan cara :
-          Guru menyajikan bahan-bahan dan alat yang digunakan untuk praktikum tentang laju reaksi diantaranya faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi
-          Peserta didik dengan rasa ingin tahu mengamati materi pengantar.

·         Menanya
Peserta didik diharapkan mengajukan pertanyaan:
“apa nama alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum serta manfaatnya ?
·         Mengumpulkan data
-          Peserta didik dikondisikan untuk memperhatikan penjelasan pendidik
-          Peserta didik mengamati  penjelasan pendidik
-          Peserta didik dibagikan kelompok dan modul praktikum.
.
·         Mengolah data
Peserta didik mengolah data hasil pengamatan dengan cara :
-          Berdiskusi terkait dengan projek yang diberikan.
-          Mengolah informasi dari praktikum yang sudah dilakukan dan dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pendidik.
·         Mengkomunikasikan
Peserta didik mendiskusikan dengan pendidik hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
Masing-masing peserta didik menyajikan hasil informasi atau data, diikuti dengan tanya jawab antar siswa dan pendidik dengan menggunakan kalimat yang mudah dimengerti, tidak menyinggung perasaan dan saling menghargai pendapat teman.

III. Kegiatan Penutup
20 menit
·         Setiap peserta didik dipersilakan menyalin atau mengcopy jawaban  yang telah dikerjakan bersama-sama untuk dijadikan pegangan siswa.
·         Peserta didik mengumpulkan salah satu jawaban yang telah dikerjakan dan diberikan kepada guru
·         Peserta didik diberi kesempatan oleh guru untuk menanyakan materi pembelajaran yang masih belum jelas.
·         Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran.
·         Peserta didik diberi tugas untuk mengerjakan soal yang ada di buku pegangan siswa.
·         pendidik menginformasikan untuk materi selanjutnya.
·         pendidik mengakhiri pelajaran dan memberikan pesan untuk selalu belajar dan tetap semangat.
·         Pendidik mengucapkan salam penutup dan peserta didik menjawab salam..





H.    Penilaian Hasil Belajar
1.      Teknik Penilaian
a.    Sikap
-        Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap.

No
Nama Siswa
Aspek Perilaku yang Dinilai
Jumlah Skor
Skor Sikap
Kode Nilai
BS
JJ
TJ
DS
1








2









Keterangan :
   BS : Bekerja Sama
   JJ : Jujur
   TJ : Tanggun Jawab
   DS : Disiplin

Catatan :
1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:
100   = Sangat Baik
75     = Baik
50     = Cukup
25     = Kurang
2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400
3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00  = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00    = Baik (B)
25,01 – 50,00    = Cukup (C)
00,00 –  25,00   = Kurang (K)

-        Penilaian Diri
Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik, maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format penilaian :
No
Pernyataan
Ya
Tidak
Jumlah Skor
Skor Sikap
Kode Nilai
1
Selama diskusi, saya ikut serta mengusulkan ide/gagasan.
50

250
62,50
C
2
Ketika kami berdiskusi, setiap anggota mendapatkan kesempatan untuk berbicara.

50
3
Saya ikut serta dalam membuat kesimpulan hasil diskusi kelompok.
50

4
...
100


Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100 = 62,50
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00  = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00    = Baik (B)
25,01 – 50,00    = Cukup (C)
00,00 –  25,00   = Kurang (K)
5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan dan keterampilan


-        Penilaian Teman Sebaya
Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya :

Nama yang diamati : ...
Pengamat                 : ...

No
Pernyataan
Ya
Tidak
Jumlah Skor
Skor Sikap
Kode Nilai
1
Mau menerima pendapat teman.
100

450
90,00
SB
2
Memberikan solusi terhadap permasalahan.
100

3
Memaksakan pendapat sendiri kepada anggota kelompok.

100
4
Marah saat diberi kritik.
100

5
...

50

Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x 100 = 90,00
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00  = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00    = Baik (B)
25,01 – 50,00    = Cukup (C)
00,00 –  25,00   = Kurang (K)
b.   Pengetahuan
-        Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda
-        Tes Lisan/Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan
Praktek Monolog atau Dialog
Penilaian Aspek Percakapan
No
Aspek yang Dinilai
Skala
Jumlah Skor
Skor Sikap
Kode Nilai
25
50
75
100
1
Intonasi







2
Pelafalan




3
Kelancaran




4
Ekspresi




5
Penampilan




6
Gestur





-        Penugasan
Tugas Rumah
a.  Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku peserta didik
b.  Peserta didik memnta tanda tangan orangtua sebagai bukti bahwa mereka telah mengerjakan tugas rumah dengan baik
c.  Peserta didik mengumpulkan jawaban dari tugas rumah yang telah dikerjakan untuk mendapatkan penilaian.

c.    Keterampilan
-        Penilaian Unjuk Kerja
Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:

Instrumen Penilaian
No
Aspek yang Dinilai
Sangat
Baik
(100)
Baik
(75)
Kurang
Baik
(50)
Tidak
Baik
(25)
1
Kesesuaian respon dengan pertanyaan




2
Keserasian pemilihan kata




3
Kesesuaian penggunaan tata bahasa




4
Pelafalan





Kriteria penilaian (skor)
100      = Sangat Baik
75        = Baik
50        = Kurang Baik
25        = Tidak Baik
Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor maksimal dikali skor ideal (100)

Instrumen Penilaian Diskusi
No
Aspek yang Dinilai
100
75
50
25
1
Penguasaan materi diskusi




2
Kemampuan menjawab pertanyaan




3
Kemampuan mengolah kata




4
Kemampuan menyelesaikan masalah





Keterangan :
100      = Sangat Baik
75        = Baik
50        = Kurang Baik
25        = Tidak Baik

                                                                                                   Mataram, …………………..


Mengetahui,
Dosem Pembimbing




 Mukhtar haris.S.Pd, M.Si
 NIP: 19810327 200501 1 003

Guru Pamong





Eka Marta Rahayu
 NIP:

Mahasiswa





Nursayuti
NIM : E1M016050













Lampira 1
1.      LAJU REAKSI
Gambar 1.                                         
Pada gambar diatas terdapat singkong yang ditaburi ragi untuk pembuatan tape dan gambar kedua adalah kembang api.terdapat kecepatan untuk reaksi yang berbeda – beda pada dua gambar tersebut ada yang cepat dan lambat. Gambar pertama membutuhkan 3 hari untuk menjadi tape sedangkan kembang api membutuhkan kurang lebih setengah menit untuk bereaksi. Dapat disimpulkan setiap reaksi kimia melibatkan komponen – komponen berupa pereaksi dan hasil reaksi serta dipengaruhi oleh laju reaksi. Pada saat reaksi berlangsung, komponen zat pereaksi dan hasil reaksi akan mengalami perubahan reaksi maupun hasil reaksi dapat terjadi secara cepat dan lambat. Sehingga cepat lambatnya reaksi disebut laju reaksi
Laju merupakan ukuran perubahan sesuatu yang terjadi dalam satuan waktu. Laju reaksi merupakan ukuran perubahan konsentrasi dalam satuan waktu. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah konsentrasi pereaksi, suhu, luas permukaan, dan katalis. Didalam industri, faktor-faktor ini sangat diperhatikan karena dapat mempengaruhi produk yang dihasilkan
A. Konsentrasi Larutan
Satuan konsentrasi larutan yang umum digunakan adalah molaritas (M). Larutan dengan konsentrasi 1 M artinya di dalam 1 L larutan tersebut terdapat 1 mol zat terlarut. Satuan konsentrasi larutan yang umum digunakan adalah molaritas (M). Larutan dengan konsentrasi 1 M artinya di dalam 1 L larutan tersebut terdapat 1 mol zat terlarut. Sebagian besar larutan yang ditemui di laboratorium dinyatakan konsentrasinya dalam Molar (M). Secara matematis dapat dirumuskan:

           
 1. Berapakah kemolaran dari larutan berikut ini?

            Berdasarkan contoh soal diatas, dapat dicari kemolaran H2SO4 dengan menggunakan rumus M=n/V dimana dari soal dapat diketahui jumlah mol H2SO4 yaitu 0.4 mol dan volume larutan yaitu 2 liter. Dengan menggunakan rumus kemolaran yaitu
Pengenceran larutan di laboratorium larutan yang berasal dari pabriknya, biasanya dalam
konsentrasi tinggi, misalnya asam klorida 12 M, dan asam asetat 17 M. Reaksi-reaksi kimia biasanya dilakukan pada konsentrasi larutan yang rendah misalnya 1 M atau 0,1 M. Untuk keperluan tersebut, larutan yang pekat harus diencerkan dahulu dengan menambahkan air. Di dalam pengenceran larutan, jumlah mol zat pada larutan pekat sama dengan larutan encer, hanya volum larutannya yang berubah. Jumlah mol zat terlarut dapat dihitung dengan mengalikan volum (V) dengan molaritas larutan.V xM = volum larutan x mol zat terlarut/volum larutan = mol zat terlarut. Dengan demikian hasil perkalian volum dan molaritas larutan semula (V1M1)
sama dengan hasil perkalian volum dan molaritas larutan setelah pengenceran
(V2M2).
           
V1 = volum sebelum pengenceran
M1 = konsentrasi molar sebelum pengenceran
V2 = volum sesudah pengenceran
M2 = konsentrasi molar sesudah pengenceran
Contoh Soal
            Tentukan konsentrasi larutan yang terjadi jika kedalam 10 mL Na2S2O3 0,5 M
ditambah 10 mL air!
Penyelesaian:
V1M1 = V2M2
10 mL x 05 M = 20 mL x M2
M2 = 0,25
Konsentrasi larutan setelah diencerkan = 0,25 M.
B. KONSEP LAJU REAKSI
Reaksi-reaksi kimia berlangsung dengan laju yang berbeda-beda. Ada reaksi yang berlangsung sangat cepat dan ada reaksi yang berlangsung dengan lambat. Perhatikan gambar berikut ini !
           
            Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa waktu yang diperlukan untuk pembakaran kertas lebih sedikit daripada waktu untuk proses perkaratan besi. Sehingga, reaksi pembakaran kertas berlangsung lebih cepat sedangkan reaksi perkaratan besi berlangsung lebih lambat.
Cepat lambatnya suatu reaksi berlangsung disebut dengan laju reaksi. Dalam kehidupan sehari-hari pengetahuan tentang laju reaksi sangat diperlukan. Dalam suatu reaksi kimia, zat pereaksi akan bereaksi membentuk zat produk reaksi sehingga jumlah zat pereaksi akan berkurang sedangkan jumlah zat produk reaksi akan bertambah.
Perhatikan grafik berikut ini:
    
            Gambar 4. Grafik Laju reaksi
Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa semakin besar waktu maka jumlah reaktan akan semakin (sedikit) sedangkan jumlah produk akan semakin (besar) Konsentrasi zat pereaksi atau produk dinyatakan dalam kemolaran (molaritas)
Oleh karena itu, laju reaksi reaktan dan produk reaksi dapat dirumuskan sbb:
           
 contoh soal
1. Berdasarkan eksperimen pada reaksi:
H2O2 (aq) + 2HI (aq)→ 2H2O (l) + I2 (aq)
Diketahui bahwa konsentrasi I2 bertambah dari 0 menjadi 0.002 mol/L dalam 10 detik. Tentukan laju reaksi untuk reaksi tersebut !
Dari reaksi diatas dapat dilihat bahwa produk reaksi tersebut adalah I2. maka untuk mencari laju reaksi dari reaksi tersebut dapat digunakan persamaan berikut:
2.      TEORI TUMBUKAN
Teori tumbukan menggambarkan pertemuan partikel-partikel pereaksi sebagai suatu tumbukan. Tumbukan ada yang menghasilkan reaksi dan ada yang tidak menghasilkan reaksi. Tumbukan yang menghasilkan partikel-partikel produk reaksi disebut tumbukan efektif. Faktor-faktor yang menentukan tumbukan efektif yaitu energi kinetik partikel (molekul) dan orientasi atau arah partikel. Perhatikan reaksi antara gas Nitrogen Oksida (NO) dengan ozon (O3) berikut ini: NO (g) + O3 (g)→ NO2 (g) + O2 (g)
Berdasarkan pada gambar diatas, dari persamaan dapat dilihat bahwa orientasi partikel antara O dengan N tidak tepat sehingga tidak menghasilkan tumbukan efektif. Orientasi partikel sudah tepat sehingga menghasilkan tumbukan efektif dan akan membentuk produk reaksi yaitu NO2 dan O2. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi seperti konsentrasi, luas permukaan, suhu dan katalis berhubungan dengan tumbukan antar partikel. Mengapa demikian ? Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut
 1.PENGARUH KONSENTRASI TERHADAP LAJU REAKSI BERDASARKAN TEORI TUMBUKAN
Perhatikan gambar berikut:

Gambar . pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi
Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa konsentrasi pereaksi berkaitan dengan jumlah partikel zat yang terlibat dalam tumbukan. Bila pereaksi bertambah, maka jumlah partikel-partikel yang bertumbukan akan semakin banyak/meningkat. Dengan demikian jarak antara partikel.zattersebut menjadi lebih dekat dan jumlah tumbukkan efektif juga akan meningkat. Hal ini berarti terjadi peningkatan laju suatu reaksi. Dan sebaliknya, jika konsentrasi berkurang, maka tumbukan akan sedikit dan laju reaksi juga akan berkurang.
 2.PENGARUH LUAS PERMUKAAN TERHADAP LAJU REAKSI BERDASARKAN TEORI TUMBUKAN
Untuk massa yang sama, semakin halus bentuk suatu zat maka semakin luas permukaan zat. Berdasarkan teori tumbukan: “semakin luas permukaan partikel, semakin besar kemungkinan terjadinya tumbukan antar partikel”.

Perhatikan gambar berikut ini!
           
            Gambar . pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi
Dari gambar  dapat dilihat bahwa serbuk Fe bereaksi lebih cepat dari pada batang Fe. Hal ini disebabkan karena luas permukaan serbuk Fe lebih luas daripada kepingan Fe, sehingga bidang sentuhnya lebih banyak untuk bertumbukan dengan zat lain. Akibatnya laju reaksi zat berbentuk serbuk lebih cepat daripada zat yang berbentuk kepingan.

3.PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP LAJU REAKSI BERDASARKAN TEORI TUMBUKAN
            Pengaruh temperatur terhadap laju reaksi terkait dengan energi kinetik partikel. Mengapa demikian ? Perhatikan gambar berikut ini:
           
            Gambar . tumbukan partikel pada suhu tinggi dan rendah.
Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa pada suhu tinggi, jumlah partikel yang bertumbukan lebih banyak dibandingkan pada suhu rendah. Hal ini disebabkan karena pada suhu tinggi energi kinetik partikel akan lebih besar. Hal ini menyebabkan jumlah tumbukan semakin banyak sehingga laju  reaksi akan meningkat.






Lampiran 2
3.      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
Gambar diatas sering kita jumpai pada kehidupan sehari – hari kita, pada saat sakit. Gambar diatas sangat berkaitan dengan laju reaksi yang kita pelajari. Jadi gambar diatas merupakan contoh laju reaksi pada kehidupan sehari – hari. Obat tablet dan sirup mana yang lebih cepat bereaksi ? jawabannya adalah sirup karena sirup dalam wujud cair yang akan memiliki bidang sentuh yang paling banyak dibandingkan dengan obat tablet sehingga terjadinya tumbukan akan lebih besar dan banyak, terjadinya tunbukan dalam jumlah banyak akan menyebabkan reaksi akan semakin cepat. Salah satu faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah luas permukaan terhadap bidang sentuh.
Laju reaksi akan lebih cepat terjadi jika tumbukan antar partikel zat yang bereaksi lebih banyak. Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi banyaknya tumbukan terlihat pada bagan berikut:
           
            Bagan .Faktor yang mempengaruhi Laju Reaksi
 1. PENGARUH KONSENTRASI TERHADAP LAJU REAKSI
Perhatikan gambar berikut:
           
            Gambar 5. reaksi pita Mg dengan HCl
            Berdasarkan gambar diatas, dapat dilihat bahwa larutan HCl mempunyai berbagai konsentrasi yaitu 1 M , 2 M dan 3 M. Magnesium (Mg) yang dimasukkan kedalam larutan HCl akan bereaksi dengan persamaan sebagai berikut:

Mg (s) + 2HCl (aq) →MgCl2 (aq) (4) + H2 (g)
Table.1 hasil percobaan reaksi Mg dengan HCl
           
            Dari data hasil percobaan yang ada pada gambar dan tabel.1 maka dapat diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi HCl, semakin besar Mg habis bereaksi dan waktu yang diperlukan semakin kecil. Makin besar konsentrasi, laju reaksi makin cepat
 2. PENGARUH LUAS PERMUKAAN TERHADAP LAJU REAKSI
Suatu zat akan bereaksi apabila bercampur dan bertumbukan. Reaksi dapat terjadi antara reaktan-reaktan yang fasenya sama misalnya, cair dengan cair ataupun yang fasenya berbeda cair dengan padat. Pada pencampuran reaktan yang terdiri dari dua fase atau lebih, tumbukan berlangsung pada bagian permukaan zat. Laju seperti itu, dapat diperbesar dengan memperluas permukaan sentuhan zat itu dengan cara memperkecil ukuran partikelnya.

Perhatikan percobaan berikut ini !
           
            Gambar 6. percobaan reaksi CaCO3 dan HCl
Persamaan reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
CaCO3(s) + 2HCl(aq)→ CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g) 
Waktu reaksi dari masing-masing percobaan adalah seperti pada table.2 berikut:

 
Tabel 2. laju reaksi CaCO3 dan HCl
Berdasarkan data dari table.2, dapat disimpulkan sebagai berikut: Makin luas permukaan bidang sentuh, makin cepat laju reaksinya
 3.PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP LAJU REAKSI
            Pengaruh temperature terhadap laju reaksi dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya makanan kentang akan lebih cepat masak jika digoreng dalam minyak panas dibandingkan jika direbus dalam air. Hal ini karena suhu minyak panas lebih tinggi dibandingkan suhu air mendidih. Untuk lebih jelasnya tentang pengaruh temperature terhadap laju reaksi
perhatikan gambar percobaan berikut ini:

           
            Gambar 7. percobaan reaksi Na2S2O3 dan HCl
Pada gambar.8 diatas, larutan HCl 2M direaksikan dengan larutan Na2S 2O3 0.2M pada suhu yang berbeda yaitu27°C, 37°C dan 47°C. Waktu reaksi dicatat sampai terbentuk endapan. belerang didalam gelas kimia. Persamaan reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

Na2S2O3(aq) + HCl(aq)→ 2NaCl(aq) + H2O(l) + SO2(g) + S(s)
Dari percobaan didapatkan data sebagai berikut :           
Table.3 laju reaksi Na2S2O3 dan HCl
Berdasarkan gambar terlihat bahwa semakin besar temperatur semakin cepat endapan terbentuk dan dari data percobaan pada table.3 dapat dilihat bahwa semakin besar temperature, maka waktu yang diperlukan untuk mereaksikan antara HCl dan Na2S2O3 semakin kecil, berarti laju reaksi semakin cepat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa: Makin tinggi temperatur pereaksi, makin cepat laju reaksinya.


4. PENGARUH KATALIS TERHADAP LAJU REAKSI
Katalis merupakan suatu zat yang dapat mempercepat laju reaksi tanpa mengalami perubahan kimia secara permanen (kekal), sehingga di akhir reaksi zat tersebut dapat diperoleh kembali.Untuk lebih memahami mengenai pengertian katalis.
 perhatikan percobaan penguraian hidrogen peroksida (H2O2) berikut ini:
2H2O2(l)→ 2H2O(l) + O2(g)
Larutan H2O2 5% masing-masing 50 ml dimasukkan kedalam tiga gelas kimia.
           
            Gambar 8. Percobaan penguraian H2O2
Dari gambar diatas, dapat dilihat bahwa pada tabung I terjadi penguraian H2O2 yang ditandai dengan timbulnya sedikit gelembung. Pada tabung II H2O2 ditambah dengan NaCl 0.1M, tetapi tidak mempengaruhi proses penguraian H2O2 karena gelembung yang timbul tetap sedikit. Sedangkan pada tabung III ditambah dengan FeCl3. Pada saat ditambah dengan FeCl3 terlihat bahwa gelembung semakin banyak dan warna larutan berubah menjadi coklat.

Berdasarkan data dan hasil pengamatan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pereaksi yang merupakan katalis adalah FeCl3
2. Pereaksi yang bukan merupakan katalis adalah NaCl
3. Tanpa katalis reaksi berlangsung cepat
4. Dengan katalis reaksi berlangsung lambat
Berdasarkan percobaan ini maka dapat disimpulkan katalis adalah zat yang dapat mempercepat suatu reaksi tanpa ikut bereaksi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

VARIASI BAHASA DALAM JUAL BELI ONLINE

VARIASI BAHASA DALAM JUAL BELI ONLINE