Rabu, 18 Desember 2019

SKRIPSI TENTANG MEMULIHKAN PEREKONOMIAN PENGERAJIN GERABAH MASYARAKAT


ABSTRAK
Bom bali yang terjadi pada tahun 2002 dan tahun 2005 menyebabkan merosotnya omset pengerajin gerabah di Desa Banyumulek karena para konsumen mancanegara yang bertempat tinggal di bali kembali pulang ke negara asalnya. Para pengerajin gerabah desa banyumulek sampai saat ini masih belum bisa memulihkan kembali omsetnya. Oleh karena itu penulis berusaha untuk membantu memulihkan kondisi perekonomian mereka dengan cara mengenalkan strategi pemasaran. Strategi yang digunakan yaitu dengan memanfaatkan teknologi media massa. Dalam strategi pemasaran di perlukan perencanaan berupa analisi SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat).
Kata kunci : strategi, analisis
Pendahuluan
Pada tahun 2005 indonesia di selimuti kembali oleh duka , bom kembali meledak di bali setelah 3 tahun berlalu dari pengeboman pertama kali pada tahun 2002. Pengeboman pada tahun 2005 tersebut terjadi tepatnya di wilayah kuta dan jimbaran dengan data 23 jumlah korban yang tewas dan 196 lainnya luka-luka. Sebelumnya bom bali terjadi pertama kali pada tahun 2002 yang dimana sangat berdampak besar bagi perekonomian Indonesia karena pada saat itu mata uang Indonesia mulai melemah . apalagi 3 tahun kemudiannya lagi di susul dengan tragedi yang sama.
Banyak sekali daerah yang terkena dampak dari bom bali itu sendiri. Salah satunya berdampak bagi perekonomian para pengerajin yang ada di desa banyumulek , kecamatan Kediri, kabupatgen Lombok baraty, Nusa Tenggara Barat. Desa Banyumulek sendiri merupakan sebuah desa yang di kenal sebagai desa pariwisata dan desa pengerajin gerabah yang rata-rata penduduknya adalah seorang pengerajin gerabah yang mata pencahariannya melalui kerajinan yang mereka buat. Melihat ke masa lalu atau awal mulanya gerabah menjadi mata pencaharian masyarakat di desa Banyumulek, kecamatan Kediri , kabupaten Lombok Barat , Nusa Tenggara Barat. Gerabah sangat di minati oleh para wisatawan mancanegara maupun wisatawan yang yang berkunjung ke Lombok bahkan banyak wisatawan manca Negara yang tinggal di Bali menjadi konsumen tetap kerajinan gerabah. Kerajinan Gerabah ini bisa di katakana sebagai kearifan lokal yang ada di desa banyumulek sama seperti di desa sade contohnya yang mempunyai kearifan lokal berupa kain tenun .
Melihat dari sejarahnya mengenai konsumen tetap kerajinan gerabah yang berasal dari bali menciptakan duka terhadap para pengerajin yang ada di desa banyumulek. Karena kehilangan konsumen tetapnya membuat perekonomian masyarakat pengerajin merosot sangat jauh. Bom bali yang terjadi pada tahun 2002 cukup memberikan luka terhadap para pengerajin gerabah yang ada di desa banyumulek saat itu dan di tambah dengan bom bali ke dua yang terjadi pada tahun 2005 tersebut menyebabkan kepunahan harapan para pengerajin di karenakan para konsumen mancanegara yang bertempat tinggal di bali kembali pulang ke Negara asalnya. Para pengerajin gerabah desa banyumulek sampai saat ini masih memproduksi gerabah namun para pengerajin masih belum bisa memulihkan kembali pemasaran sehingga para pengerajin cenderung hanya menjual gerabah yang sudah di produksi kepada para pengepul dengan harga yang bisa di katakana sangat rendah.
Dengan menggunakan metode analisi SWOT. di harapkan bisa memulihkan kembali perekonomian masyarakat desa banyumulek yang berprofesi sebagai pengerajian dan masyarakat banyumulek juga mampu mempertahankan kearifan lokal yang dimiliki di karenakan kearifan lokal merupakan sebuah cerminan dari desa tersebut guna sebagai tanda pengenal yang dimiliki.
Rumusan Masalah
Dengan mengamati latar belakang yang sudah di paparkan sebelumnya, maka dapat di ketahui rumusan masalahnya adalah untuk memulihkan kembali kondisi perekonomian para pengerajin gerabah desa banyumulek pasca bom bali dengan menggunakan strategi komunikasi di bidang pemasaran.
Landasan Teori
Landasan teori yang kita gunakan adalah teori yang di definisikan oleh Rogers dalam Cangara (2013: 61) yang mendefinisikan bahwa strategi komunikasi sebagai suatu rancangan yang dibuat untuk mengubah tingkah laku manusia dalam skala lebih besar melalui transfer ide-ide baru. Dan Middleton juga mendefinisakn dalam Cangara (2013:61) bahwa strategi komunikasi adalah kombinasi terbaik dari semua elemen komunikasi mulai dari komunikator, pesan, saluran (media), penerima sampai pada pengaruh (efek) yang dirancang untuk mencapai tujuan komunikasi yang optimal.
Komunikator merupakan pihak yang menjalankan proses strategi komunikasi yang bertujuan untuk mempengaruhi khalayak sasaran, sehingga komunikator harus memiliki suatu value yang akan menjadi daya tarik serta kredibilitas. Dengan cara komunikator menyampaikan pesan  kepada khalayak sasaran atau komunikate, inilah tujuan yang menentukan teknik komunikasi yang akan dipilih dan digunakan dalam strategi komunikasi. Dalam strategi komunikasi, perumusan pesan yang baik dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi khalayak sangatlah penting. Pesan yang dirumuskan oleh komunikator hendaknya tepat mengenai khalayak sasaran. Pesan yang di sampaikan pun melalui proses dimana membutuhkan penghantar atau Media Komunikasi di karenakan media adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan komunikasi. Dalam strategi komunikasi, kita perlu mempertimbangkan pemilihan media komunikasi yang tepat dan dapat menjangkau khalayak sasaran dengan tepat dan cepat apalagi Kehadiran  internet sebagai media komunikasi telah melahirkan berbagai media komunikasi modern baru makaPemilihan media komunikasi dalam strategi komunikasi disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai, pesan yang akan disampaikan, serta teknik komunikasi yang digunakan. Sehingga dapat di konsumsi oleh khalaya sasaran. Dimana dalam strategi komunikasi, melakukan identifikasi khalayak sasaran adalah hal penting yang harus dilakukan oleh komunikator.
Metode Penelitian
Desain penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan kualitatif adalah suatu proses peenlitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang meneyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran, meleiti kata-kata, laporan terinci dari laporan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami. (Crewell, 1998:15).
Pembahasan
A.    Gambaran Umum Masyarakat
Melihat ke masa lalu atau awal mulanya gerabah menjadi mata pencaharian masyarakat di desa Banyumulek, kecamatan Kediri, kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Gerabah sangat di minati oleh para wisatawan mancanegara maupun wisatawan yang berasal dari pulau lombok sendiri. karena Kerajinan Gerabah ini bisa di katakana sebagai kearifan lokal yang ada di desa banyumulek sama seperti di desa Sade yang mempunyai kearifan lokal berupa kain tenun . akan tetapi bom bali yang terjadi pada tahun 2002 dan di susul kembali pada tahun 2005 memberikan efek yang sangat berat terhadap masyarakat banyumulek di karenakan kebanyakan konsumen tetap dari kerajinan gerabah yang di produksi oleh para pengerajin banyumulek merupakan wisatawan mancanegara yang menetap di pulau bali.
Kehilangan konsumen tetapnya membuat perekonomian masyarakat pengerajin merosot sangat jauh sehingga menyebabkan kepunahan harapan para pengerajin di karenakan para konsumen mancanegara yang bertempat tinggal di bali kembali pulang ke Negara asalnya. Para pengerajin gerabah desa banyumulek sampai saat ini masih memproduksi gerabah namun para pengerajin masih belum bisa memulihkan kembali pemasaran sehingga para pengerajin cenderung hanya menjual gerabah yang sudah di produksi kepada para pengepul dengan harga yang bisa di katakana sangat rendah.
Pemasaran Gerabah saat ini tidak berjalan mulus seperti pada tahun 2002-2005 sebelum terjadinya peristiwa Bom Bali. penjualan Gerabah yang di lakukan masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya dan tida ada perubahan yaitu para pengerajin menjual hasil kerajinannya melalui para pemborong dengan kisaran harga yang sangat tidak sesuai dengan proses pembuatan dari gerabah itu sendiri. Memang ada beberapa ArtShop yang ada di sepinggiran jalan desa banyumulek yang dimiliki oleh para pemborong serta terdapat pasar seni yang letaknya kurang lebih 15 meter dari gerbang utama Selamat Datang di desa Banyumulek, namun semakin hari peminat dari gerabah itu sendiri berkurang sehingga para pengerajin terpaksa menjual gerabah dengan cara bersepedah keliling.
Masyarakat setempat mulai resah akan kepunahan sehingga menggantungkan harapan yang besar pada pemuda desa setempat namun pemuda desa setempat sangat kurang pengetahuan akan kecanggihan tekhnologi yang sudah berkembang misalnya dalam tekhnik pemasaran online atau tekhnik marketing online maka dari itu kami ingin pemuda yang berada pada desa Banyumulek menggunakan sistem marketing online dalam pemasarn gerabah dengan menggunakan strategi komunikasi untuk memasarkan produk gerabah guna mempermudah para pengrajin dalam mempromosikan secara luas kerajinan mereka tanpa harus melalui peran pemborong. Masyarakat atau pemuda setempat bisa memperbarui desain gerabah agar diminati dengan mengguinakan kecanggihan teknologi yang sudah diketahui.

B.     Analisis SWOT
Dalam strategi pemasaran di perlukan perencanaan berupa analisi SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Hal ini berguna untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman apa yang akan di hadapi kedepan. Berikut adalah analisis SWOT dari strategi pemasaran Kerajinan Gerabah yang ada di desa banyumulek , antara lain:
a.       Strength ( Kekuatan )
Adalah unsur-unsur yang dapat diunggulkan oleh perusahaan tersebut seperti halnya keunggulan dalam produk yang dapat diandalkan, memiliki keterampilan dan berbeda dengan produk lain. sehingga dapat membuat lebih kuat dari para pesaingnya. Kekuatan adalah sumber daya, keterampilan, atau keunggulan-keunggulan lain relatif terhadap pesaing dan kebutuhan pasar yang dilayani atau ingin dilayani oleh perusahaan. Produk adalah hasil kerajinan tangan yang dibuat dengan kreativitas tinggi, bahan material terbaik dan mempunyai keunikan tinggi.
Kekuatan dari strategi pemasaran online yang kita gunakan dalam memulihkan perekonomian pengerajin desa banyumulek sendiri adalah produk yang kita produksi akan lebih di kenal oleh calon konsumen.
b.      Weakness ( Kelemahan )
Adalah kekurangan atau keterbatasan dalam hal sumber daya yang ada pada perusahaan baik itu keterampilan atau kemampuan yang menjadi penghalang bagi kinerja organisasi. Keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya, keterampilan dan kapabilitasyang secara serius menghambat kinerja efektif perusahaan. Bahan dari gerabah tidak tahan banting. Belum ditemukan material pengganti yang bisa membuat gerabah lebih kuat.
Kelemahan dari strategi pemasaran menggunakan media online adalah akses internet tidak merata di setiap wilayah.
c.       Opportunitty ( Peluang )
Adalah berbagai hal dan situasi yang menguntungkan bagi suatu perusahaan, serta kecenderungan-kecenderungan yang merupakan salah satu sumber peluang. Gerabah yang dibuat mempunyai keunikan yang tidak dimiliki oleh gerabah yang dihasilkan dari pengusaha gerabah lainnya yang ada di kasongan dan daerah lainnya. sehingga mempunyai peluang yang besar untuk sukses di pasaran dan dicari oleh para pecinta gerabah.
Peluang yang cukup besar dari pemasaran melalui media online ini sendiri dapat melestarikan budaya atau kearifan lokal.
d.      Threat (Ancaman )
Adalah faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan dalam perusahaan jika tidak diatasi maka akan menjadi hambatan bagi perusahaanyang bersangkutan baik masa sekarang maupun yang akan datang. Ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi perusahaan. Masuknya pesaing baru, lambatnya pertumbuhan pasar, meningkatnya kekuatan tawar-menawar pembeli atau pemasok penting, perubahan tekhnologi, serta peraturan baru atau yang direvisi dapat menjadi ancaman bagi keberhasilan perusahaan. Dan Ancaman yang akan di hadapi dalam melakukan pemasaran dalam media online adalah banyaknya saingan serta akan banyak terjadi plagiarisme.
C.     Jenis-jenis Strategi Pemasaran
Agar bisa memilih strategi pemasaran yang paling efektif, pengerajin harus melihat aspek terpenting yang menunjang gerabahnya. Berikut adalah beberapa jenis strategi pemasaran menggunakan media online yang akan di gunakan dalam memasarkan Gerabah.
-          Pemasaran dengan menggunakan media social
Saat ini, lebih dari 2,8 miliar orang aktif menggunakan media sosial. Pemasaran media sosial juga mudah digunakan, irit biaya, dan bisa menyasar banyak target sehingga strategi ini dapat diterapkan oleh para pengerajin. Pemasaran media sosial berfokus pada penggunaan situs atau aplikasi social networking seperti Facebook, Instagram, dan sejenisnya. Mengingat cakupannya begitu luas.
-          Pemasaran dengan konten creative
Jenis startegi pemasaran online selanjutnya adalah pemasaran menggunakan konten. Strategi ini berfokus untuk menciptakan serta mendistribusikan konten yang bernilai, relevan, dan konsisten guna menarik konsumen. Alih-alih melakukan penawaran ofline, pengerajin memberikan informasi yang dibutuhkan konsumen dengan menggunakan konten yang creative yang dapat menarik perhatian konsumen. sehingga para konsumen berminat terhadap suatu kerajinan gerabah.
-          Integrated Digital Marketing
Ini adalah salah satu strategi pemasaran online yang powerful karena semua komponen sumber daya digital digunakan secara maksimal. Artinya, semua cara untuk memperkuat efektivitas pemasaran melalui online dimanfaatkan sebaik-baiknya. Seperti contoh, membuat blog atau website, melakukan kampanye brand atau iklan, menggunakan media sosial dan yang lainnya untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Tentu dibutuhkan orang-orang yang mengetahui seluk beluk dunia digital termasuk juga dunia marketing.
-          Pemasaran dengan Mobile Marketing
Ini adalah salah satu strategi pemasaran online yang sedang tren saat ini. Mobile Marketing bisa dikatakan sebagai strategi pemasaran yang menyasar pada konsumen yang menggunakan perangkat mobile seperti tablet, smartphone dll. Oleh sebab itu, para pengerajin mau tidak mau harus mendesain ulang tampilan website mereka sehingga ramah atau user friendly ketika website tersebut diakses melalui perangkat mobile. Fakta, berdasarkan survey atau penelitian, sekitar 30 sampai 40% konsumen memesan atau membeli produk secara online melalui ponsel atau smarphone.
Dari strategi pemasaran melalui media online tersebut dapat di manfaatkan untuk mempermudah proses promosi. Pengerajin juga dapat memperoleh target konsumen dengan cepat guna menunjang perekonomian masyarakat banyumulek yang akan dating.
Kesimpulan
Dari paparan pembahasan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa bom bali yang terjadi pada tahun 2002 dan 2005 sangat berefek pada perekonomian para pengerajin masyarakat banyumulek di karenakan konsumen tetap dari kerajinan gerabah itu sendiri adalah wisatawan mancanegara yang menetap di bali. Dan akibat dari bom bali itu sendiri adalah banyak wisatawan mancanegara yang kembali ke daerah asalnya.
Untuk mengembalikan atau memulihkan perekonomian masyarakat banyumulek maka di lakukannya perubahan pada tekhnik pemasarannya dimana akan di terapkannya pemasaran dengan menggunakan media online guna memperkenalkan kerajinan gerabah kepada lebih banyak konsumen lagi dan lebih mempermudah pengerajin agar tidak menjual hasil kerajinannya kepada pengepul atau pemborong desa setempat. Maka dari itu perlu di gunakan nya juga metode analisis SWOT untuk memperhatikan perkembangan efisiensi dari tekhnik pemasaran yang di gunakan oleh para pengerajin dan media online yang di gunakan adalah media sosial serta pembuatan konten creative.
Saran
Melalui tulisan dapat di sarankan kepada pembaca untuk lebih mendiskusikan lagi mengenai metode penelitian yang lebih lanjut untuk mengupayakan sebuah peningkatan dari pengetahuan yang akan di dapatkan dan tida terlalu mengacu hanya pada tulisan ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

VARIASI BAHASA DALAM JUAL BELI ONLINE

VARIASI BAHASA DALAM JUAL BELI ONLINE