ABSTRAK
Bom bali yang terjadi pada tahun 2002 dan tahun 2005
menyebabkan merosotnya omset pengerajin gerabah di Desa Banyumulek karena para
konsumen mancanegara yang bertempat tinggal di bali kembali pulang ke negara
asalnya. Para pengerajin gerabah desa banyumulek sampai saat ini masih belum
bisa memulihkan kembali omsetnya. Oleh karena itu penulis berusaha untuk
membantu memulihkan kondisi perekonomian mereka dengan cara mengenalkan
strategi pemasaran. Strategi yang digunakan yaitu
dengan memanfaatkan teknologi media massa. Dalam
strategi pemasaran di perlukan perencanaan berupa analisi SWOT (Strength, Weakness,
Opportunity, Threat).
Kata
kunci : strategi, analisis
Pendahuluan
Pada tahun 2005 indonesia di selimuti kembali oleh duka ,
bom kembali meledak di bali setelah 3 tahun berlalu dari pengeboman pertama
kali pada tahun 2002. Pengeboman pada tahun
2005 tersebut terjadi tepatnya di wilayah kuta dan jimbaran dengan data 23
jumlah korban yang tewas dan 196 lainnya luka-luka. Sebelumnya bom bali terjadi
pertama kali pada tahun 2002 yang dimana sangat berdampak besar bagi
perekonomian Indonesia karena pada saat itu mata uang Indonesia mulai melemah .
apalagi 3 tahun kemudiannya lagi di susul dengan tragedi yang sama.
Banyak sekali daerah yang terkena dampak dari bom
bali itu sendiri. Salah satunya berdampak bagi perekonomian para pengerajin
yang ada di desa banyumulek , kecamatan Kediri, kabupatgen Lombok baraty, Nusa
Tenggara Barat. Desa Banyumulek sendiri merupakan sebuah desa yang di kenal
sebagai desa pariwisata dan desa pengerajin gerabah yang rata-rata penduduknya
adalah seorang pengerajin gerabah yang mata pencahariannya melalui kerajinan
yang mereka buat. Melihat ke masa lalu atau awal mulanya gerabah menjadi mata
pencaharian masyarakat di desa Banyumulek, kecamatan Kediri , kabupaten Lombok
Barat , Nusa Tenggara Barat. Gerabah sangat di minati oleh para wisatawan
mancanegara maupun wisatawan yang yang berkunjung ke Lombok bahkan banyak
wisatawan manca Negara yang tinggal di Bali menjadi konsumen tetap kerajinan
gerabah. Kerajinan Gerabah ini bisa di katakana sebagai kearifan lokal yang ada
di desa banyumulek sama seperti di desa sade contohnya yang mempunyai kearifan
lokal berupa kain tenun .
Melihat dari sejarahnya mengenai konsumen tetap
kerajinan gerabah yang berasal dari bali menciptakan duka terhadap para
pengerajin yang ada di desa banyumulek. Karena kehilangan konsumen tetapnya
membuat perekonomian masyarakat pengerajin merosot sangat jauh. Bom bali yang
terjadi pada tahun 2002 cukup memberikan luka terhadap para pengerajin gerabah
yang ada di desa banyumulek saat itu dan di tambah dengan bom bali ke dua yang
terjadi pada tahun 2005 tersebut menyebabkan kepunahan harapan para pengerajin
di karenakan para konsumen mancanegara yang bertempat tinggal di bali kembali
pulang ke Negara asalnya. Para pengerajin gerabah desa banyumulek sampai saat
ini masih memproduksi gerabah namun para pengerajin masih belum bisa memulihkan
kembali pemasaran sehingga para pengerajin cenderung hanya menjual gerabah yang
sudah di produksi kepada para pengepul dengan harga yang bisa di katakana
sangat rendah.
Dengan menggunakan metode analisi SWOT. di harapkan
bisa memulihkan kembali perekonomian masyarakat desa banyumulek yang berprofesi
sebagai pengerajian dan masyarakat banyumulek juga mampu mempertahankan
kearifan lokal yang dimiliki di karenakan kearifan lokal merupakan sebuah
cerminan dari desa tersebut guna sebagai tanda pengenal yang dimiliki.
Rumusan
Masalah
Dengan mengamati latar belakang yang sudah di paparkan
sebelumnya, maka dapat di ketahui rumusan masalahnya adalah untuk memulihkan
kembali kondisi perekonomian para pengerajin gerabah desa banyumulek pasca bom
bali dengan menggunakan strategi komunikasi di bidang pemasaran.
Landasan Teori
Landasan teori yang kita gunakan adalah teori yang di
definisikan oleh Rogers dalam Cangara (2013: 61) yang mendefinisikan bahwa
strategi komunikasi sebagai suatu rancangan yang dibuat untuk mengubah tingkah
laku manusia dalam skala lebih besar melalui transfer ide-ide baru. Dan
Middleton juga mendefinisakn dalam Cangara (2013:61) bahwa strategi komunikasi
adalah kombinasi terbaik dari semua elemen komunikasi mulai dari komunikator,
pesan, saluran (media), penerima sampai pada pengaruh (efek) yang dirancang
untuk mencapai tujuan komunikasi yang optimal.
Komunikator merupakan pihak yang menjalankan proses strategi komunikasi
yang bertujuan untuk mempengaruhi khalayak sasaran, sehingga komunikator harus
memiliki suatu value yang akan menjadi daya tarik serta kredibilitas. Dengan
cara komunikator menyampaikan pesan kepada khalayak sasaran atau komunikate, inilah
tujuan yang menentukan teknik komunikasi yang akan dipilih dan digunakan dalam
strategi komunikasi. Dalam strategi komunikasi, perumusan pesan yang baik
dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi khalayak sangatlah penting. Pesan
yang dirumuskan oleh komunikator hendaknya tepat mengenai khalayak sasaran.
Pesan yang di sampaikan pun melalui proses dimana membutuhkan penghantar atau Media
Komunikasi di karenakan media adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan
pesan-pesan komunikasi. Dalam strategi komunikasi, kita perlu mempertimbangkan
pemilihan media komunikasi yang tepat dan dapat menjangkau khalayak sasaran
dengan tepat dan cepat apalagi Kehadiran internet sebagai media
komunikasi telah melahirkan berbagai media komunikasi modern baru makaPemilihan
media komunikasi dalam strategi komunikasi disesuaikan dengan tujuan yang
hendak dicapai, pesan yang akan disampaikan, serta teknik komunikasi yang
digunakan. Sehingga dapat di konsumsi oleh khalaya sasaran. Dimana dalam
strategi komunikasi, melakukan identifikasi khalayak sasaran adalah hal penting
yang harus dilakukan oleh komunikator.
Metode Penelitian
Desain penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif
dengan metode deskriptif. Pendekatan kualitatif adalah suatu proses peenlitian
dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang meneyelidiki suatu fenomena
sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu
gambaran, meleiti kata-kata, laporan terinci dari laporan responden, dan
melakukan studi pada situasi yang alami. (Crewell, 1998:15).
Pembahasan
A.
Gambaran Umum
Masyarakat
Melihat ke
masa lalu atau awal mulanya gerabah menjadi mata pencaharian masyarakat di desa
Banyumulek, kecamatan Kediri, kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Gerabah sangat di minati oleh para wisatawan mancanegara maupun wisatawan yang
berasal dari pulau lombok sendiri. karena Kerajinan Gerabah ini bisa di
katakana sebagai kearifan lokal yang ada di desa banyumulek sama seperti di
desa Sade yang mempunyai kearifan lokal berupa kain tenun . akan tetapi bom
bali yang terjadi pada tahun 2002 dan di susul kembali pada tahun 2005
memberikan efek yang sangat berat terhadap masyarakat banyumulek di karenakan
kebanyakan konsumen tetap dari kerajinan gerabah yang di produksi oleh para
pengerajin banyumulek merupakan wisatawan mancanegara yang menetap di pulau
bali.
Kehilangan konsumen tetapnya membuat perekonomian
masyarakat pengerajin merosot sangat jauh sehingga menyebabkan kepunahan
harapan para pengerajin di karenakan para konsumen mancanegara yang bertempat
tinggal di bali kembali pulang ke Negara asalnya. Para pengerajin gerabah desa
banyumulek sampai saat ini masih memproduksi gerabah namun para pengerajin
masih belum bisa memulihkan kembali pemasaran sehingga para pengerajin
cenderung hanya menjual gerabah yang sudah di produksi kepada para pengepul
dengan harga yang bisa di katakana sangat rendah.
Pemasaran Gerabah
saat ini tidak berjalan mulus seperti pada tahun 2002-2005 sebelum terjadinya
peristiwa Bom Bali. penjualan Gerabah yang di lakukan masih sama dengan
tahun-tahun sebelumnya dan tida ada perubahan yaitu para pengerajin menjual
hasil kerajinannya melalui para pemborong dengan kisaran harga yang sangat
tidak sesuai dengan proses pembuatan dari gerabah itu sendiri. Memang ada
beberapa ArtShop yang ada di sepinggiran jalan desa banyumulek yang dimiliki
oleh para pemborong serta terdapat pasar seni yang letaknya kurang lebih 15
meter dari gerbang utama Selamat Datang di desa Banyumulek, namun semakin hari
peminat dari gerabah itu sendiri berkurang sehingga para pengerajin terpaksa
menjual gerabah dengan cara bersepedah keliling.
Masyarakat
setempat mulai resah akan kepunahan sehingga menggantungkan harapan yang besar
pada pemuda desa setempat namun pemuda desa setempat sangat kurang pengetahuan
akan kecanggihan tekhnologi yang sudah berkembang misalnya dalam tekhnik
pemasaran online atau tekhnik marketing online maka dari itu kami ingin pemuda
yang berada pada desa Banyumulek menggunakan sistem marketing online dalam
pemasarn gerabah dengan menggunakan strategi komunikasi untuk memasarkan produk
gerabah guna mempermudah para pengrajin dalam mempromosikan secara luas
kerajinan mereka tanpa harus melalui peran pemborong. Masyarakat
atau pemuda setempat bisa memperbarui desain gerabah agar diminati dengan
mengguinakan kecanggihan teknologi yang sudah diketahui.
B. Analisis
SWOT
Dalam strategi
pemasaran
di perlukan perencanaan berupa analisi SWOT (Strength, Weakness, Opportunity,
Threat). Hal ini berguna untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman apa yang akan di hadapi kedepan. Berikut adalah analisis SWOT dari
strategi pemasaran Kerajinan Gerabah yang ada di desa banyumulek , antara lain:
a.
Strength ( Kekuatan
)
Adalah unsur-unsur yang dapat diunggulkan oleh perusahaan
tersebut seperti halnya keunggulan dalam produk yang dapat diandalkan, memiliki
keterampilan dan berbeda dengan produk lain. sehingga dapat membuat lebih kuat dari para pesaingnya. Kekuatan adalah sumber daya,
keterampilan, atau keunggulan-keunggulan lain relatif terhadap pesaing dan
kebutuhan pasar yang dilayani atau ingin dilayani oleh perusahaan. Produk adalah hasil kerajinan tangan yang dibuat dengan
kreativitas tinggi, bahan material terbaik dan mempunyai keunikan tinggi.
Kekuatan
dari strategi pemasaran online yang kita gunakan dalam memulihkan perekonomian
pengerajin desa banyumulek sendiri adalah produk yang kita produksi akan lebih
di kenal oleh calon konsumen.
b.
Weakness (
Kelemahan )
Adalah kekurangan atau keterbatasan dalam hal sumber daya
yang ada pada perusahaan baik itu keterampilan atau kemampuan yang menjadi
penghalang bagi kinerja organisasi. Keterbatasan atau kekurangan dalam sumber
daya, keterampilan dan kapabilitasyang secara serius menghambat kinerja efektif
perusahaan. Bahan dari gerabah
tidak tahan banting. Belum ditemukan material pengganti yang bisa membuat
gerabah lebih kuat.
Kelemahan
dari strategi pemasaran menggunakan media online adalah akses internet tidak
merata di setiap wilayah.
c.
Opportunitty (
Peluang )
Adalah berbagai hal dan situasi yang menguntungkan bagi
suatu perusahaan, serta kecenderungan-kecenderungan yang merupakan salah satu
sumber peluang. Gerabah yang dibuat
mempunyai keunikan yang tidak dimiliki oleh gerabah yang dihasilkan dari
pengusaha gerabah lainnya yang ada di kasongan dan daerah lainnya. sehingga
mempunyai peluang yang besar untuk sukses di pasaran dan dicari oleh para
pecinta gerabah.
Peluang
yang cukup besar dari pemasaran melalui media online ini sendiri dapat
melestarikan budaya atau kearifan lokal.
d.
Threat (Ancaman )
Adalah faktor-faktor lingkungan yang
tidak menguntungkan dalam perusahaan jika tidak diatasi maka akan menjadi
hambatan bagi perusahaanyang bersangkutan baik masa sekarang maupun yang akan
datang. Ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi perusahaan. Masuknya pesaing baru, lambatnya
pertumbuhan pasar, meningkatnya kekuatan tawar-menawar pembeli atau pemasok
penting, perubahan tekhnologi, serta peraturan baru atau yang direvisi dapat
menjadi ancaman bagi keberhasilan perusahaan. Dan Ancaman yang akan di hadapi dalam melakukan pemasaran
dalam media online adalah banyaknya saingan serta akan banyak terjadi
plagiarisme.
C. Jenis-jenis Strategi Pemasaran
Agar bisa
memilih strategi pemasaran yang paling efektif, pengerajin harus melihat aspek terpenting yang
menunjang gerabahnya. Berikut adalah beberapa jenis
strategi pemasaran menggunakan media online yang akan di gunakan dalam memasarkan
Gerabah.
-
Pemasaran dengan menggunakan media social
Saat ini, lebih dari 2,8 miliar
orang aktif menggunakan media sosial. Pemasaran media sosial juga mudah
digunakan, irit biaya, dan bisa menyasar banyak target sehingga strategi
ini dapat diterapkan oleh para pengerajin. Pemasaran media sosial berfokus pada penggunaan situs atau
aplikasi social networking seperti Facebook, Instagram, dan sejenisnya.
Mengingat cakupannya begitu luas.
-
Pemasaran dengan konten creative
Jenis startegi pemasaran online selanjutnya adalah pemasaran menggunakan konten. Strategi ini berfokus
untuk menciptakan serta mendistribusikan konten yang bernilai, relevan, dan
konsisten guna menarik konsumen. Alih-alih melakukan penawaran ofline, pengerajin memberikan informasi yang
dibutuhkan konsumen dengan menggunakan konten yang creative yang dapat
menarik perhatian konsumen. sehingga para konsumen berminat terhadap suatu kerajinan gerabah.
-
Integrated Digital Marketing
Ini adalah
salah satu strategi pemasaran online yang powerful karena semua komponen sumber
daya digital digunakan secara maksimal. Artinya, semua cara untuk memperkuat
efektivitas pemasaran melalui online dimanfaatkan sebaik-baiknya. Seperti
contoh, membuat blog atau website, melakukan kampanye brand atau iklan,
menggunakan media sosial dan yang lainnya untuk menjangkau lebih banyak
konsumen. Tentu dibutuhkan orang-orang yang mengetahui seluk beluk dunia
digital termasuk juga dunia marketing.
-
Pemasaran dengan Mobile Marketing
Ini adalah
salah satu strategi pemasaran online yang sedang tren saat ini. Mobile
Marketing bisa dikatakan sebagai strategi pemasaran yang menyasar pada konsumen
yang menggunakan perangkat mobile seperti tablet, smartphone dll. Oleh sebab
itu, para pengerajin mau tidak mau harus mendesain ulang tampilan website
mereka sehingga ramah atau user friendly ketika website tersebut diakses
melalui perangkat mobile. Fakta, berdasarkan survey atau penelitian, sekitar 30
sampai 40% konsumen memesan atau membeli produk secara online melalui ponsel
atau smarphone.
Dari strategi pemasaran melalui media
online tersebut dapat
di manfaatkan untuk mempermudah proses promosi. Pengerajin juga dapat memperoleh target
konsumen dengan cepat guna menunjang perekonomian masyarakat banyumulek yang
akan dating.
Kesimpulan
Dari paparan
pembahasan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa bom bali yang terjadi pada
tahun 2002 dan 2005 sangat berefek pada perekonomian para pengerajin masyarakat
banyumulek di karenakan konsumen tetap dari kerajinan gerabah itu sendiri
adalah wisatawan mancanegara yang menetap di bali. Dan akibat dari bom bali itu
sendiri adalah banyak wisatawan mancanegara yang kembali ke daerah asalnya.
Untuk
mengembalikan atau memulihkan perekonomian masyarakat banyumulek maka di
lakukannya perubahan pada tekhnik pemasarannya dimana akan di terapkannya
pemasaran dengan menggunakan media online guna memperkenalkan kerajinan gerabah
kepada lebih banyak konsumen lagi dan lebih mempermudah pengerajin agar tidak
menjual hasil kerajinannya kepada pengepul atau pemborong desa setempat. Maka
dari itu perlu di gunakan nya juga metode analisis SWOT untuk memperhatikan
perkembangan efisiensi dari tekhnik pemasaran yang di gunakan oleh para
pengerajin dan media online yang di gunakan adalah media sosial serta pembuatan
konten creative.
Saran
Melalui tulisan
dapat di sarankan kepada pembaca untuk lebih mendiskusikan lagi mengenai metode
penelitian yang lebih lanjut untuk mengupayakan sebuah peningkatan dari
pengetahuan yang akan di dapatkan dan tida terlalu mengacu hanya pada tulisan
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar